Film Zombie ALIVE Bangkitkan Harapan Untuk Film Bioskop Korea

Editor KapanLagi.com  | 10 Juli 2020, 17:27 WIB
Film Zombie ALIVE Bangkitkan Harapan Untuk Film Bioskop Korea

Kapanlagi.com - Pada tahun 2019, total jumlah tiket film Korea Selatan mencapai 226.68 juta tiket yang terjual. Tahun berikutnya diperhitungkan untuk menjadi lebih baik. Kemudian datanglah COVID-19, yang mendorong pengunjung bioskop di seluruh dunia untuk tetap berada di rumah dan menghindari kerumunan.

Tak seperti bioskop yang ada di belahan dunia lain, beberapa bioskop di Korea Selatan tidak memberhentikan penayangannya meskipun penjualan tiket turun secara dramatis. Dengan dipertimbangkannya tiket terjual yang sangat rendah, beberapa film menunda penayangan film tersebut, sementara yang lain memilih untuk menampilkan secara virtual. Meskipun demikian, seiring dengan Korea membuat kemajuan dalam membatasi penyebaran COVID-19 ini, beberapa film baru seperti Intruder, Innocence, Me and Me, and #Alive berbaris dalam tanggal perilisan.

Film thriller Intruder yang dirilis pada tanggal 4 Juni, menjumpai 289.000 karcis masuk yang menjanjikan dalam empat hari pertama perilisannya. Innocence, yang dirilis pada tanggal 10 Juni telah terjual 700.000 tiket, sementara Me and Me, yang dirilis pada tanggal 18 Juni telah terjual hampir 200.000.

#Alive dirilis pada tanggal 24 Juni dan dalam lima hari telah melebihi satu juta tiket penjualan. Film tersebut berjalan dengan sangat baik, dan telah dilihat sebagai tanda yang penuh harap bahwa industri ini siap untuk kembali.

Sebagai film pertama yang memecahkan satu juta tiket penjualan di Box Office Korea sejak Februari, #Alive terus mendominasi dengan pangsa pasar rata-rata lebih dari 70%. Pada 1 Juli lalu, film tersebut dirilis rata-rata pada 1.690 layar. Karena tanggal tersebut, berdasarkan Korean Film Council, film tersebut telah mencatat rekor dengan total tiket penjualan yaitu sebesar 1.246.507, dengan pendapatan kotor box office sebesar $8.6 juta.

Menurut Yonhap News, #Alive telah mencapai satu juta penjualan tiket lebih cepat daripada dua film Korea yang dirilis sebelumnya, Honest Candidate dan The Closet, yang mana kedua film tersebut mencapai satu juta tiket tepat sebelum meluasnya penyebaran COVID-19. Film yang diproduksi oleh Zip Cinema, anak perusahaan dari Spackman Entertainment Group dan Perspective Picture, #Alive dapat ditinjau tidak hanya sebagai hal percobaan untuk pasar film Korea, tetapi juga diharapkan untuk industri film secara global, karena film tersebut adalah salah satu film bioskop yang pertama kali sukses secara komersial ditengah pandemi. Zip Cinema mempunyai rekam jejak produksi film bioskop yang sukses secara komersial, setelah secara berturut-turut memproduksi 10 film yang menguntungkan sejak 2009.

Merilis #Alive ditengah pandemi adalah taruhan, tapi terbayarkan sudah.

“Kami percaya suksesnya pembukaan #Alive membuktikan bahwa permintaan masih tetap ada untuk pertunjukan bioskop meskipun bermacam-macamnya tindakan pencegahan COVID di dalam bioskop,” ungkap Kay Na, Direktur Spackman Entertainment. “Hal tersebut adalah taruhan bagi kami untuk merilis #Alive dalam lingkungan saat ini, tetapi kami tidak ingin produksi yang telah selesai menjadi sia-sia sedang kami semua menantinya. Kami juga merasa bahwa tidak ada jaminan untuk situasi kemudian menjadi lebih baik jika kita menunggu lebih lama untuk merilis.”

Na mengakui kesuksesan film box office bahwa bisa jadi karena genre film tersebut. Film zombi umumnya lebih banyak dinikmati untuk ditonton di bioskop, dengan suara dan visual yang lebih baik, tetapi penonton juga dapat menghubungkan dengan film dimana karakter menghadapi sebuah realita baru yang tak terprediksi dan menakutkan.

#Alive adalah film tentang sebuah infeksi yang berbahaya. Karakter utama dari film tersebut, dimainkan oleh Yoo Ah-in dan Park Shin-hye, yang ketakutan untuk menemukan bahwa mereka adalah satu-satunya yang tidak terinfeksi di sebuah bangunan apartemen yang dikuasai oleh zombi. Mereka harus bertahan hidup bagaimanapun caranya.

“Sebagai sebuah film yang berkutat dengan isolasi, bertahan hidup, merindukan untuk bertemu dengan yang lain, melarikan diri dan kebebasan, hal tersebut menjadi lumrah untuk masyarakat kemudian mengaitkan #Alive dengan situasi pandemi COVID-19 secara erat.”

Pemain-pemain film ini juga menarik entusiasme para penonton. Yoo dan Park dikenal sebagai aktor yang populer bagi kalangan masyarakat Korea, yang mana sangat membantu untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat dari film ini. Park yang terkenal dengan perannya dalam TV drama Korea, termasuk You're Beautiful dan Memories of Alhambra, dan juga perannya dalam film The Royal Tailor dan Miracle in Cell No.7. Yoo, yang direpresentasikan oleh Spackman Media Group, adalah satu-satunya aktor Asia yang diberi julukan The Best Actor of 2018 yang disusun oleh The New York Times. Penonton di Amerika. mungkin menenalinya dari film Burning dan Default atau dalam perannya di drama TV Secret Affair dan Chicago Typewriter.

Meskipun film ini meningkatkan harapan untuk sebuah kebangkitan industri, kembalinya hal tersebut dapat memakan waktu yang lama dan pandemi telah mengubah pasar secara permanen.

“Insudtri film bioskop telah hancur secara global oleh pandemi dan kerusakan finansial berakar dari semua proyek film – contohnya, penundaan produksi, penundaan perilisan, penurunan permintaan secara signifikan, dan lain-lain,” ungkap Na. “Hal ini tentu akan memakan waktu berbulan-bulan – atau tidak bertahun-tahun – untuk pemulihan sepenuhnya.”

Pembatasan diberlakukan untuk menghentikan penyebaran COVID-19 diharapkan untuk mempercepat diversifikasi saluran distribusi untuk mendorong lebih banyak streaming digital di OTT atau perangkat TV Kabel, yang mana dapat meraih cakupan penonton yang lebih luas, khususnya dalam lintas batas geografis. Akankah kebiasaan yang lama seperti pergi ke bioskop bertahan dalam pandemi?

“Kami percaya bahwa pengalaman pergi ke bioskop merupakan salah satu hobi favorit masyarakat secara global,” ungkap Na. “Pengalaman tersebut akan selalu ada tempat di dalam hati dari para pengonsumsi film.”

Distribusi internasional film ini akan ditangani oleh Lotte Entertainment.

 

 

Penulis: Priscilia Andreane

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(kpl/mag)

Join Kapanlagi.com
↑