Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Gapai Mimpi Jadi Pansori, Simak Akting Memukau Bae Suzy dalam Film The Sound of a Flower di Vidio

Editor KapanLagi.com   | Kamis, 11 Agustus 2022 23:06 WIB
Gapai Mimpi Jadi Pansori, Simak Akting Memukau Bae Suzy dalam Film The Sound of a Flower di Vidio
(credit: asianwiki)

Kapanlagi.com - Siapa yang tidak kenal dengan Bae Suzy. Aktris cantik yang sekaligus merupakan seorang penyanyi ini mulai dikenal masyarakat semenjak tergabung dalam grup Miss A. Popularitasnya semakin menjulang tinggi saat dirinya memutuskan untuk bersolo karir.

Hal tersebut dibuktikan pada beberapa judul series dan film yang berhasil dibintanginya. Bukan hanya terkenal, serial dan film tersebut juga mendapatkan rating tinggi. Tidak hanya terpaku pada satu genre saja, film-film Bae Suzy juga tak lepas dari kisah menggapai mimpi salah satunya adalah film The Sound of a Flower.

The Sound of a Flower sendiri dirilis pertama kali pada 25 November 2015 dengan durasi selama 109 menit. Berkat aktingnya di film ini, Bae Suzy berhasil menyabet penghargaan Paeksang Arts yang ke-52 sebagai Most Popular Actress.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Lantas, seperti apakah kisahnya dan bagaimana akting Bae Suzy dalam film drama fiksi ini? Nonton selengkapnya film The Sound of a Flower yang tersedia di Vidio. Sebelum itu, mari simak sinopsis singkatnya.

 

1. Jatuh Cinta dengan Pansori

Gambar

Kisah The Sound of a Flower berpusat pada karakter Jin Chae Sun (Bae Suzy). Dirinya hidup di zaman dinasti Joseon. Di era kerajaan Joseon, ada sebuah pertunjukan seni yang menjadi kegemaran para keluarga kerajaan yang dinamakan Pansori.

Pansori merupakan pertunjukan menyanyi di mana pelakunya adalah laki-laki. Sang penyanyi akan ditemani dengan seorang penabuh gendang. Saat pertama kali menonton, Jin Chae Sun langsung jatuh cinta dan bertekad untuk menjadi bagian dari Pansori.

Kesukaannya itu ia buktikan dengan mulai belajar secara otodidak dan bantuan dari Jae Hyo (Ryu Seung-ryong). Sayangnya, ada sebuah peraturan yang membuat Jin Chae Sun tidak bisa tampil di hadapan publik.

2. Larangan Menyanyi untuk Perempuan

Gambar

Pada era Joseon ini, orang yang terjun dalam seni Pansori hanya boleh datang dari kaum laki-laki saja. Jikapun ada wanita yang ingin bermain, pastinya hal itu ditentang keras oleh kerajaan. Mereka para wanita yang tetap ingin tampil sebagai Pansori pun ditunggu dengan segudang hukuman.

Tak kuasa ingin mewujudkan cita-citanya, Jin Chae Sun akhirnya menyamar sebagai laki-laki. Penampilannya pun rela dirubahnya bak kaum adam demi bisa tampil di depan orang banyak. 

Hingga suatu hari, identitas asli Jin Chae Sun terendus pihak kerajaan. Tak hanya Chae Sun, Jae Hyo sebagai pelatihnya pun juga akan dihukum. Awalnya, Jae Hyo hendak berhenti untuk melatih Chae Sun, namun gigihnya Chae Sun untuk menjadi Pansori yang lebih baik akhirnya meluluhkan hatinya.

Jae Hyo tetap melatih Chae Sun meskipun dirinya sudah dihantui oleh hukuman yang berat. Ternyata Chae Sun semakin berani untuk tampil di khalayak dengan identitas aslinya sebagai perempuan. Ini pun menjadi kali pertama pertunjukan Pansori dilakukan oleh perempuan.

Kerajaaan yang melihat ini lantas semakin tersulut dan meningkatkan hukuman yang lebih berat yaitu hukuman mati. Lalu, apakah yang akan dilakukan oleh Jin Chae Sun? Apakah ia akan menyerah pada mimpinya itu?

Anda bisa menyaksikan kisah lengkapnya di layanan streaming Vidio lengkap dengan subtitle Bahasa Indonesia dengan mengunjungi tautan berikut ini, nonton The Sound of a Flower.

Editor:   Editor KapanLagi.com