Jadi Tersangka Kasus Prostitusi, Yang Hyun Suk Juga Terlibat Perjudian Internasional?

Kistin Septiyani | Jum'at, 09 Agustus 2019 05:01 WIB
Jadi Tersangka Kasus Prostitusi, Yang Hyun Suk Juga Terlibat Perjudian Internasional?

Kapanlagi.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi yang menjeratnya, kini Yang Hyun Suk juga dituduh terlibat dalam kasus perjudian internasional. Kasus yang menjerat pendiri YG Entertainment ini, kini tengah berada dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Mengutip Allkpop, pada Jumat (9/8/2019), Kepolisian Wilayah Seoul Bagian Kejahatan Intelektual telah mengonfirmasi hal ini. Pihak berwajib menyatakan bahwa mereka telah melakukan investigasi internal terkait perjudian tersebut.

"Kami diberikan informasi, jadi kami memulai investigasi mendalam. Dia (Yang Hyun Suk) belum ditetapkan sebagai tersangka," ujar pihak kepolisian.

1 dari 2 halaman

1. Menjalani Pemeriksaan

Menjalani Pemeriksaan ©Dispatch via Koreaboo
Dikutip dari Koreaboo, Yang Hyun Suk rencananya akan menjalani pemeriksaan terkait hal tersebut. Pemeriksaan ini akan mengulik informasi lebih dalam dan detail dugaan perjudian dari mantan pimpinan YG Entertainment ini.

Kecurigaan polisi terhadap Yang Hyun Suk terkait perjudian tersebut ternyata telah muncul sejak April 2019 lalu. Sebagai respon dari hal ini, Unit Intelejen Keuangan (FIU) melakukan investigasi terhadap akun bank milik Hyun Suk.

2 dari 2 halaman

2. Berjudi Hingga Miliaran Rupiah

Berjudi Hingga Miliaran Rupiah ©Koreaboo
Berdasarkan laporan FIU tersebut, diketahui Yang Hyun Suk melakukan transaksi dengan nominal lebih dari KRW 1,3 miliar atau setara lebih dari Rp 15,3 miliar. Akun yang terlibat dalam transaksi tersebut diketahui berlokasi di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Uang tersebut dikirim dalam mata uang Won Korea, dan ditukar menjadi Dollar.

Uang tersebut diduga menjadi modal judi yang digunakan oleh Yang Hyun Suk. Ia dilaporkan meminjam dolar di Las Vegas dan berjudi dengan taruhan yang sangat tinggi. Judi sendiri hingga kini dinyatakan sebagai sebuah tindakan illegal di Korea Selatan.

(kor/all/TIN)


Editor:  

Kistin Septiyani

↑