Kasus Menyetir Saat Mabuk, Son Seung Won Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Penjara

Gogor Subyakto | Kamis, 11 April 2019 13:16 WIB
Kasus Menyetir Saat Mabuk, Son Seung Won Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Penjara

Kapanlagi.com - Aktor bernama Son Seung Won sekarang ini harus menghadapi hukuman atas kasus yang menjeratnya. Seperti yang diketahui, pria tersebut diamankan oleh polisi atas kejadian menyetir dalam pengaruh alkohol.

Sebelumnya tak hanya diketahui menyetir dalam keadaan mabuk, Son Seung Won juga dilaporkan menyalahkan junior yang berada di dalam mobil. Selain itu ia sempat kabur dari lokasi kejadian.

Dalam proses persidangan, pihak Son Seung Won sempat meminta pembebasan bersyarat. Kini keputusan final dari hakim pun sudah dijatuhkan dan sang aktor dikenai hukuman penjara.

1 dari 3 halaman

1. 18 Bulan Penjara

18 Bulan Penjara Credit: Yonhap News
Son Seung Won yang namanya semakin populer lewat drama Hello My Twenties dan Laughter in Waikiki telah dijatuhi hukuman 18 bulan penjara atas kasus menyetir dalam keadaan mabuk, berkendara tanpa SIM dan mencoba kabur dari lokasi kejadian.

Hakim senior bernama Hong Ki Chan menjatuhi Son Seung Won dengan hukuman 18 bulan masa tahanan setelah sang aktor mengaku bersalah atas kabur dari lokasi kejadian, dari semua dakwaan yang ada.

2 dari 3 halaman

2. Sempat Mencoba Kabur

Sebelumnya Son Seung Won didakwa di bawah hukum Yoon Chang Ho, di mana hukuman yang diterima lebih berat untuk pengemudi mabuk yang melukai atau membunuh seseorang.

Setelah itu, kasusnya pun diubah menjadi kasus khusus, karena ia mencoba untuk melarikan diri, memberinya hukuman yang semakin berat. Dalam hukum Korea, kalau pengemudi mabuk akan mendapat hukuman 1-15 tahun penjara.

Namun, jika tersangka melarikan diri dari lokasi kejadian, hukuman bisa ditambah mencapai maksimal 10 tahun masa tahanan.

3 dari 3 halaman

3. Alasan Hakim

Alasan Hakim Credit: Yonhap News
Pihak hakim yakni Hong Ki Chan pun sempat mengungkapkan alasan mengapa dirinya menjatuhkan hukuman selama 18 bulan penjara.

"Mengemudi dalam keadaan mabuk adalah kejahatan yang tidak hanya dapat mempengaruhi kehidupan pengemudi, tetapi juga orang lain. Perlunya hukuman berat bagi pengemudi yang mabuk telah muncul, dan mencerminkan permintaan dari masyarakat, revisi hukum diberlakukan untuk memperkuat hukuman bagi pengemudi yang mabuk," ungkapnya.

"Terdakwa telah membayar denda dua kali di masa lalu karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dan ia memiliki catatan, tetapi sekali lagi ia mengalami kecelakaan. Dia mencoba melarikan diri dari tanggung jawab dengan memberi tahu polisi bahwa ada orang lain yang mengemudi," pungkasnya.

(kpl/soo/ssm)


Editor:  

Gogor Subyakto

↑