Kiko Mizuhara Mantan Pacar G-Dragon Ungkap Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Ayu Srikhandi | 12 April 2018, 06:45 WIB
Kiko Mizuhara Mantan Pacar G-Dragon Ungkap Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Kapanlagi.com - Dengan semakin gencarnya #metoo movement, Kiko Mizuhara juga tampak ikut angkat bicara. Model-aktris asal Jepang yang diduga kuat merupakan mantan kekasih G-Dragon ini mengungkapkan kalau ia juga pernah menjadi korban pelecehan seksual di dunia entertainment.

Lewat akun Instagramnya, Kiko Mizuhara menuliskan bagaimana pria-pria di dunia entertainment memanfaatkan momen proses pemotretan untuk menontonnya tanpa pakaian. Hal tersebut tentu saja membuat Kiko yang masih berusia awal 20-an merasa tidak nyaman.

Dari penjelasan Kiko Mizuhara, kejadiannya berlangsung saat ia melakukan pemotretan topless dengan hanya menutupi bagian dadanya dengan tangan. Mendadak saat proses pemotretan berlangsung, sebanyak 20 pria dari pihak atasan semuanya memilih menonton.

Kiko Mizuhara mengungkap kalau ia juga pernah jadi korban pelecehan seksual. © Koreaboo.comKiko Mizuhara mengungkap kalau ia juga pernah jadi korban pelecehan seksual. © Koreaboo.com

Kiko sendiri sudah meminta untuk orang-orang tersebut meninggalkan lokasi. Namun sayangnya, mereka menegaskan harus menonton untuk memastikan hasil foto.

Biasanya, dalam proses pemotretan dengan model yang topless akan menggunakan kru seminim mungkin. Model memang akan meminta lokasi terbebas dari orang-orang yang tidak berkepentingan.

"Saat aku masih berusia 20-an tahun. Aku menjadi bagian dari syuting iklan, di mana aku harus berpose telanjang dari bagian pinggang ke atas dan menutupi dada dengan tangan. Banyak banget pria, sekitar 20 orang pegawai kalangan atas datang ke studio," jelas Kiko lewat tulisannya di Instagram.

Ia kemudian melanjutkan, "Aku sudah mengatakan pada mereka kalau tidak mau menunjukkan tubuh telanjangku, tapi mereka mengatakan harus ada di sana untuk mengecek foto. Ini memang pekerjaanku, sehingga aku tidak bisa menolak, tapi aku dipaksa harus melakukan pemotretan di hadapan banyak orang."

(kpl/jje)

Editor:  

Ayu Srikhandi