Kisah Mengharukan Roku Kuroi, Bintang Film Panas Jepang yang Hampir Bunuh Diri Karena Dibully

Jum'at, 14 Agustus 2020 08:15 WIB
Kisah Mengharukan Roku Kuroi, Bintang Film Panas Jepang yang Hampir Bunuh Diri Karena Dibully
Roku Kuroi / Credit: Instagram - kr_9616

Kapanlagi.com - Bagi sebagian orang, industri film panas adalah hal yang negatif dan tabu. Namun ada pula yang menganggap dunia ini adalah penyelamat hidup mereka, seperti yang dirasakan oleh Roku Kuroi, seorang bintang film panas muda asal Jepang.

Pada sebuah interview di channel Youtube Nobita from Japan, Roku buka-bukaan mengenai kehidupannya sebagai seorang bintang film panas. Sebelum itu, Ia sempat menjalani pekerjaan normal yang dirasa sangat tidak sesuai dengan passionnya.

"Tiap hari menjalani pekerjaan yang mana aku tidak merasa nyaman, tanpa disadari aku akan berusia 40 atau 50. Ketika aku membayangkan kehidupan itu, aku berpikir 'Apa arti dari hidup?'. Lalu aku ingin melakukan sebuah hal yang aku benar-benar ingin dan bisa aku lakukan di masa muda ini. Dan bagiku itu adalah porn," ungkap Roku di sesi pengenalan.

1. Sempat Bekerja Jadi Perawat dan Hampir Bunuh Diri

Sebelum jadi seorang bintang film panas, Roku ternyata bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit. Namun kala itu, hari-hari yang dijalaninya begitu berat dan penuh cerita kelam yang bahkan sempat membuatnya berpikir untuk bunuh diri.

"Aku dulunya bekerja sebagai seorang perawat di rumah sakit. Tapi rasanya sungguh berat bagiku untuk bisa membiasakan diri dengan lingkungannya. Bullying dari perawat senior cukup parah. Dan karena kita kekurangan staff, maka lingkungan pekerjaannya sungguh buruk. Karenanya aku jadi capek secara fisik dan mental. Aku tak tahan lagi, sehingga akhirnya berhenti dari pekerjaan tersebut. Saat itu, aku bahkan hampir bunuh diri," kenang Roku.

2. Awal Mula Masuk Industri Film Panas

Setelahnya, Roku mulai menceritakan kisahnya memasuki industri film panas. Meski awalnya sempat merasa ragu, namun setelah mencoba, Ia jadi ketagihan dan memantapkan hati untuk menjadikan ini sebagai pekerjaan utamanya.

"Awalnya tidak benar-benar serius untuk mencoba. Tapi ketika aku muncul di film panas untuk pertama kalinya, aku merasa pekerjaan ini cocok untukku. Jadi aku membulatkan tekadku untuk pergi ke Tokyo dan menjadi seorang pornstar. Awalnya aku ikut casting untuk sebuah film panas, lalu aku direkomendasikan untuk bergabung dengan agensi porn, lalu akupun join," sambung Roku.

3. Merasa Sangat Bahagia Karena Dipuji

Dalam melakukan pekerjaannya sebagai bintang film panas, Roku selalu all-out. Karenanya, Ia kerap mendapat berbagai macam pujian. Dari situ, Roku pun jadi merasa hidupnya beubah 180 derajat dan benar-benar bahagia dalam menjalankan pekerjaan.

"Di film panas, aku bisa benar-benar mengekspresikan sensualitasku. Dan ketika melakukan itu, aku bahkan dipuji, seperti 'Kamu keren!' atau 'Kamu sungguh erotis!'. Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya, tapi aku merasa sangat bahagia karena bisa memuaskan banyak laki-laki sebagai bahan imajiasi mereka," tambahnya.

4. Sudah Jadi Target Bullying Sejak Sekolah

Bicara mengenai kebahagiaan yang dirasakan, Roku lantas kembali flashback ke masa lalu. Jangankan ketika bekerja sebagai perawat, rupanya sejak di sekolah pun gadis berparas cantik ini sudah sering dibully oleh teman-temannya, bahkan disebut sebagai manusia yang gagal.

"Alasan kenapa aku merasa sangat bahagia adalah karena selama tumbuh besar, aku tak pernah dipuji oleh siapapun. Ketika melihat ke belakang, aku selalu jadi beban dan membuat anak-anak lain di kelasku jadi terhambat. Jadi aku benar-benar selalu jadi bahan bully-an selama sekolah. Aku selalu disebut gagal sebagai seorang manusia," kenangnya.

5. Rasa Percaya Diri yang Semakin Merosot

Meski sudah melakukan yang terbaik dan akhirnya masuk ke sekolah bidan, Roku terus mengalami perlakuan-perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang sekitarnya. Sambil menangis, Roku mengaku sangat bersyukur bisa masuk ke dalam industri film panas yang telah memberikannya kebahagiaan.

"Beruntungnya, setidaknya aku tidak terlalu buruk dalam hal belajar, jadi aku bisa masuk ke sekolah bidan dan menjadi perawat. Tapi ketika aku mulai bekerja di sana, kesalahanku terus diekspos hari demi hari. Rasa percaya diriku pun akhirnya jadi terus merosot, sehingga aku benar-benar mulai percaya kalau aku itu seorang manusia yang gagal dan benar-benar tidak berguna bagi masyarakat. Tapi ketika aku muncul di film panas, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku berpikir mungkin aku tidak perlu mati. Maaf aku jadi tidak bisa menahan air mataku," tutupnya.

 

Topik Terkait