Kisah Seorang Gigolo Asal Jepang, Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Dunia Prostitusi

Kamis, 01 Oktober 2020 19:22 WIB
Kisah Seorang Gigolo Asal Jepang, Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Dunia Prostitusi
Credit: Youtube/ASIAN BOSS

Kapanlagi.com - Di Jepang, industri film panas dan dunia prostitusi itu adalah hal yang sudah sangat biasa ditemukan di kota-kota besar. Namun banyak sekali fakta-fakta menarik yang ternyata tak seperti kita bayangkan selama ini, seperti yang belum lama ini diungkap oleh Aleku, seorang Gigolo asal Jepang yang berdarah Kanada.

"Namaku Aleku, usia 24 tahun. Aku separuh Kanada, separuh Jepang. Saat ini aku bekerja sebagai pria penghibur (gigolo). Aku suka membuat orang-orang merasa nyaman, ngedate dengan pelangganku atau memenuhi kebutuhan seks mereka. Aku memenuhi kebutuhan pelangganku dengan berbagai jenis servis," ungkap Aleku pada sesi perkenalan seperti dilansir dari channel Youtube Asian Boss.

1. Tidak Diperbolehkan Melakukan Hubungan Seks

Bicara mengenai dunia prostitusi, mungkin kita berpikir bahwa mereka yang terlibat pasti berhubungan seks. Namun ternyata anggapan itu salah. Menurut Aleku, peraturan di Jepang sangat ketat, di mana mereka melarang semua transaksi yang melibatkan pertukaran uang dengan hubungan badan.

"Di Jepang yang ilegal itu adalah jika uang ditukar dengan hubungan seksual, tapi kamu bisa melakukan apapun selain itu. Sebenarnya peraturan di perusahaan kita juga sangat ketat. Jika kamu ketahuan berhubungan seks dengan pelanggan, maka kamu harus membayar denda," ungkap Aleku.

Pada intinya, cara kerja Aleku sebagai gigolo adalah memuaskan hasrat seks para pelanggannya dengan berbagai cara apapun di luar seks. Beberapa di antaranya seperti foreplay, oral sex, permainan S&M dan sejenisnya.

2. Harga Sewa Aleku Sebagai Gigolo

Lebih jauh, Aleku membocorkan biaya-biaya dari servis yang ditawarkannya. Menurutnya ada beberapa sesi berbeda sesuai dengan durasi waktu sewa yang bisa dipilih oleh para pelanggan.

"Harga untuk sesi 70 menit atau yang paling pendek itu US$ 90 (atau setara Rp 1,3 juta) tapi ada beberapa biaya tambahan seperti memilih gigolonya hingga transportasinya. Ada juga sesi 90, 120 hingga 150 menit. Jadi pada dasarnya tiap 30 menit itu harganya US$ 45 (atau setara Rp 600 ribu)," ungkap Aleku.

"Ada beberapa opsi tambahan seperti permainan soft S&M yang harganya US$ 27 (setara Rp 400 ribu), normal S&M yang harganya US$ 45 (setara Rp 600 ribu). Sementara itu kalau mau pakai sex toys harganya US$ 9 (atau setara Rp 133 ribu) seperti vibrator atau dildo. Aku mungkin menghasilkan dua kali lipat dari rata-rata para pekerja kantoran," tutupnya.

3. Simak Videonya!


Video by: ASIAN BOSS