Lee Soo Man Hadiri '2nd World Cultural Industry Forum', Bahas Teknologi K-Pop Masa Depan Sampai SM Culture Universe

Gogor Subyakto   | Jum'at, 02 Juli 2021 17:16 WIB
Lee Soo Man Hadiri '2nd World Cultural Industry Forum', Bahas Teknologi K-Pop Masa Depan Sampai SM Culture Universe
Lee Soo Man. Credit: SM Entertainment

Kapanlagi.com - Lee Soo Man, selaku executive producer dari SM Entertainment menghadiri '2nd World Cultural Industry Forum (WCIF)' yang disiarkan langsung secara online melalui YouTube pada tanggal 1 Juli 2021 dan memberikan pidato dengan tema 'Perubahan Teknologi Masa Depan dan Visi dari Industri K-Pop'.

Dalam forum tersebut, Lee Soo Man menyatakan bahwa dirinya, sebagai produser selalu menekankan jika pengaruh produsen dan prosumer akan tumbuh di masa depan. Secara khusus, Ia menekankan pentingnya prosumer yang secara sukarela berpartisipasi dalam konten, membuat ulang, dan menyebarkannya.

1. SMCU

Selain itu, Lee Lee Soo Man juga mengatakan bahwa ia dan SM telah merancang 'SM Culture Universe (SMCU)' agar para prosumer dapat membagikan buatan mereka secara bebas di berbagai platform. SMCU merupakan pandangan dunia masa depan dan dunia metaverse yang diciptakan oleh Lee Soo-man dan SM di mana seluruh dunia akan terhubung dengan budaya tanpa adanya batas dari dunia nyata dan dunia maya.

Ia pun mengatakan, "Mulai sekarang, semua artis SM akan terhubung melalui pandangan dunia SMCU untuk menampilkan musik dan konten mereka di panggung yang besar. Mulai sekarang, kami akan mendukung aktivitas dari para prosumer dengan menciptakan konten masa depan yang baru dan menyediakan lebih banyak IP."

2. NCT Hollywood dan aespa

Lee Soo Man juga memperkenalkan NCT Hollywood dan pandangan dunia aespa sebagai contoh dari K-Pop yang telah menjadi konten masa depan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi yang menggabungkan artis dan teknologi di berbagai bidang akan menjadi penting di masa depan. Sebuah cerita metaverse yang disebut SMCU akan dibentuk sebagai genre baru, yaitu 'CAWMAN', yang merupakan gabungan C (cartoon), A (animation), W, (webtoon), M (motion graphic), A (avatar), N (Novel) untuk menghasilkan pengalaman konten masa depan yang benar-benar baru.

Dalam sebuah wawancara khusus yang diadakan setelah pidato tersebut, Jeff Vaughn selaku chairman & CEO dari Capitol Music Group mengatakan bahwa ia memperhatikan setiap langkah dari SM dan Lee Soo Man. SuperM, NCT, dan aespa telah sukses, namun menurutnya akan ada lebih banyak peluang dan lebih banyak lagi yang dapat dilakukan di masa depan.

3. Teknologi dan Konten

Teddy Zee, selaku sutradara film Hollywood juga menyatakan bahwa Lee Soo Man telah memberikan kontribusi besar untuk menggabungkan teknologi dan konten. Ia pun mengatakan, "aespa bukanlah sebuah girlgroup yang sederhana, tapi merupakan sebuah konsep dan melambangkan revolusi serta masa depan K-Pop."

Di sesi kedua, CEO SM Entertainment, Lee Sung-soo berpartisipasi sebagai pembicara panel untuk membahas strategi metaverse SM mengenai 'kombinasi dunia maya dan dunia nyata, serta perubahan dalam industri hiburan' dengan mengatakan, "Musik adalah bahasa universal. SM telah membuat banyak musik berkualitas dengan CT (Culture Technology) sebagai dasarnya dan memiliki pandangan dunia yang telah memperluas cakupannya ke musik, tarian, video, dan konten. Saat mewujudkan metaverse, teknologi merupakan sesuatu yang penting, tapi hal lain yang juga penting adalah bagaimana menggabungkannya dengan seni dan menunjukkannya pada publik."

Dalam sesi terakhir, aespa hadir dan menampilkan lagu 'Black Mamba', 'Forever', dan 'Next Level' dengan tampilan teknologi AR dan XR yang dihadirkan oleh konser online 'Beyond LIVE', di mana para idola dan penggemar di seluruh dunia dapat berkomunikasi secara dua arah secara langsung.

 

Editor:   Gogor Subyakto