Pernah Jadi Korban Hate Comment, T.O.P Bigbang: Komentar Jahat itu Pembunuh!

Rezka Aulia | Rabu, 16 Oktober 2019 21:04 WIB
Pernah Jadi Korban Hate Comment, T.O.P Bigbang: Komentar Jahat itu Pembunuh!

Kapanlagi.com - T.O.P BIGBANG ikut angkat suara atas kematian mendiang Choi Sulli. Idol berusia 31 tahun menyuarakan dukungan dalam melawan netizen yang kerap komentar jahat. 

Pada 16 Oktober, T.O.P mengunggah sebuah quote tentang hate comment ke insta-story. Quote yang dicapture dari unggahan instagram akun lain itu menampilakan sosok mengenakan hoodie dengan wajah tak terlihat sedang memegang ponsel.

"Komentar jahat itu pembunuhan. Kebebasan (berkomentar) datang juga dengan tanggung jawab," begitu bunyi quote itu.

1 dari 2 halaman

1. Akan Ada Undang-Undang Melawan Hate Comment

Akan Ada Undang-Undang Melawan Hate Comment © instagram/phillip_paradise
T.O.P jadi salah satu selebritis Korea yang buka suara melawan komentar jahat netizen. Banyak statement ini datang setelah kematian Sulli yang diduga terjadi akibat depresi. Para seleb Korea membagikan ucapan duka serta meminta fans bisa mengurangi cyberbullying dan komentar jahat.

Lebih lanjut, Korea Entertainment Management Association (CEMA) akan mulai mengambil langkah tegas. Organisasi ini berusaha memberantas cyber bullyng dan kini pemerintah juga dikabarkan tengah mengusulkan undang-undang untuk mengatasi komentar jahat netizen.

"Kita gak akan lagi santai dalam urusan penyebaran rumor, pelecehan verbal, terutama yang menyangkut teror cyber," ujar perwakilan CEMA dilansir dari News Nate.

2 dari 2 halaman

2. T.O.P Pernah Dirundung Komentar Jahat

T.O.P juga pernah menjadi sasaran hate comment pada tahun 2017. Idol satu ini tersandung kasus atas penggunaan ganja. Ia dirundung banyak netizen, bahkan sampai dikeluarkan dari divisi kepolisian tempat ia mlaksanakan wajib militer.

Kala itu T.O.P diserang habis-habisan dari berbagai sisi oleh para haters. Hingga akhirnya ibu T.O.P harus maju ke publik, dan menangis memohon agar anaknya tak lagi dirundung.

 

(kpl/rna)


Editor:  

Rezka Aulia

↑