Pikun dan Sudah 100 Tahun Lebih, Seorang Nenek Tetap Ngefans Aktor Korea Ini

Rahmi Safitri | 24 Oktober 2017, 13:45 WIB
Pikun dan Sudah 100 Tahun Lebih, Seorang Nenek Tetap Ngefans Aktor Korea Ini

Kapanlagi.com - Tak ada waktu terlambat untuk mengagumi seseorang, terutama kepada selebriti. Kisah menyentuh hati antara selebriti dan penggemarnya ini diceritakan oleh aktor Korea, Kim Jae Won, saat menjadi bintang tamu di acara Happy Together baru-baru ini.

Dilansir dari Koreaboo, bintang drama Can You Hear My Heart dan Father I'll Take Care of You ini bercerita tentang salah satu penggemarnya yang tak terlupakan baginya. Kim Jae Won bilang kalau dia bertemu dengan penggemarnya pertama kali di salah satu jumpa fans-nya di Jepang.

Penggemar Kim Jae Won tersebut ternyata seorang nenek. Sang aktor bilang kalau nenek tersebut mulai mengidolakannya saat berusia 92 tahun dan kini usianya sudah lebih dari 100 tahun. Kata nenek tersebut beliau menyukai Kim Jae Won karena melihat aktor berusia 36 tahun itu membuatnya bahagia.

Karena terlalu ngefans, setiap Kim Jae Won mengadakan fan meeting, sang nenek selalu datang dengan membawa empat putra serta menantunya. Oleh karena itu, nenek dan keluarganya ini membuat Kim Jae Won tak pernah lupa dengan mereka.

Kim Jae Won saat bercerita tentang penggemarnya © KBS2Kim Jae Won saat bercerita tentang penggemarnya © KBS2

Sampai akhirnya, nenek ini selalu membawa surat untuk Kim Jae Won di setiap fan meeting yang dia hadiri. Tapi anehnya, surat tersebut selalu punya isi yang sama yaitu: 'Sangat menyenangkan melihatmu untuk pertama kalinya. Aku mulai mendukungmu karena aku suka suaramu'.

Awalnya Kim Jae Won merasa bingung karena nenek itu selalu memberinya surat dengan isi yang sama. Tapi kemudian dia sadar kalau penggemarnya itu mengalami gangguan ingatan alias pikun. Yang mengharukan adalah, tiap kali dia datang ke fan meeting Kim Jae Won, nenek itu selalu jadi penggemar aktor yang populer berkat drama My Love Patzy itu lagi dan lagi.

Bagi Kim Jae Won, bertemu dengan nenek yang mengidolakannya itu adalah pengalaman berharga dan mengubah hidupnya. "Aku jadi sering introspeksi diri. Aku lalu mulai berpikir untuk memberikan yang terbaik untuk apapun yang aku lakukan," pungkasnya.

(kor/pit)

Editor:   Rahmi Safitri