Polisi Ungkap Seungri Terlibat Penggelapan Dana & Terbukti Memberikan Suap

Ayu Srikhandi | Senin, 01 April 2019 12:13 WIB
Polisi Ungkap Seungri Terlibat Penggelapan Dana & Terbukti Memberikan Suap

Kapanlagi.com - Pihak Kepolisian Seoul resmi menyatakan Seungri dan Yoo In Suk terlibat dalam penggelapan dana. Hal ini diungkapkan oleh Komisaris Won Kyung Hwan dalam prescon yang digelar hari ini, Senin (1/4), yang menyampaikan perkembangan kasus grup chat kontroversial Seungri bersama sederetan orang lainnya.

Saat memeriksa club Monkey Museum, Polisi menemukan kalau Seungri dan Yoo In Suk melakukan penggelapan dana untuk club mereka itu. Dua orang ini pun resmi telah tercatat dalam kasus penggelapan dana.

1 dari 2 halaman

1. Puluhan Juta Won

Puluhan Juta Won Seungri © soompi.com
Diungkapkan pihak berwajib, Seungri dan Yoo In Suk melakukan penggelapan dana mencapai puluhan juta won (atau sekitar ratusan juta - miliaran rupiah). Saat ini Kepolisian Seoul dengan melakukan investigasi lebih mendalam, demi mengetahui angka pasti dana yang dikorupsi dan bagaimana itu dipakai.

Monkey Museum merupakan club yang didirikan Seungri dan Yoo In Suk pada Juli 2016. Club ini sedang diperiksa karena dicurigai memiliki koneksi dengan Polisi Senior Yoon.

2 dari 2 halaman

2. Polisi Senior Yoon Akui Terima Suap

Polisi Senior Yoon Akui Terima Suap Seungri © credit as tagged
Nama seorang polisi senior bernama Yoon turut diperiksa atas kasus Seungri. Pihak kepolisian pun mengungkap kalau Polisi Senior Yoon memang menerima suap dalam bentuk tiket konser Big Bang yang diberikan oleh Seungri. Tak hanya itu, Yoon juga terbukti tidak membayar biaya makan dan juga golf bersama eks idol dan Yoo In Suk (mantan CEO Yuri Holdings).

Seungri sendiri juga telah mengaku memberikan tiket konser pada Polisi Yoon. Sebelumnya, Polisi senior Yoon telah tercatat atas tuduhan membocorkan informasi rahasia dan sekarang ditambah dengan kasus suap. Di sisi lain, kepolisian belum memastikan status istri Polisi Yoon, yang juga merupakan seorang polisi wanita. Ia diduga juga menerima suap.

(kpl/jje)


Editor:  

Ayu Srikhandi

↑