Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Rilis Album Baru Bertajuk 'MOODSWINGS IN TO ORDER', DPR IAN Gambarkan Perjuangan Lawan Bipolar

Jum'at, 29 Juli 2022 21:15 WIB
Rilis Album Baru Bertajuk 'MOODSWINGS IN TO ORDER', DPR IAN Gambarkan Perjuangan Lawan Bipolar
DPR IAN ┬ęKUNDO SONG

Kapanlagi.com - DPR IAN, musisi, sutradara, dan videografer dari kolektif multimedia independen yang inovatif Dream Perfect Regime (DPR) bersama DPR LIVE, CREAM, dan REM hari ini merilis album perdananya yang sudah sangat ditunggu-tunggu, MOODSWINGS IN TO ORDER.

Album berisikan 12 lagu ini adalah kisah lanjutan dari karakter "Mito" yang pertama kali ditampilkan pada EP perdana DPR IAN di 2021. MOODSWINGS IN TO ORDER membingkai ulang kisah IAN menjadi sebuah cerita perjuangan seorang superhero untuk menggambarkan pertempuran IAN melawan kondisi bipolar disorder.

Ditulis dan diproduksi oleh IAN dan DPR CREAM dengan arahan kreatif oleh DPR REM, album multi-genre MOODSWINGS IN TO ORDER menampilkan elemen pop, rock, R&B, dan musik elektronik serta dirilis bersamaan dengan film pendek yang ditulis, disutradarai, dan diedit oleh IAN sendiri.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Tracklist Album

Gambar

Album baru DPR IAN yang bertajuk MOODSWINGS IN TO ORDER ini sendiri terdiri dari 12 judul lagu. Berikut ini merupakan deretan tracklist yang sudah dinanti-nantikan oleh para fansnya:

1. Seraph

2. 1 Shot

3. Mood

4. Miss Understood

5. Avalon

6. Merry Go

7. Ribbon

8. Winterfall

9. Calico

10. Mr. Insanity

11. Ballroom Extravaganza

12. Sometimes I'm

2. Sebuah Trilogi Album

DPR IAN merilis EP pertamanya, MOODSWINGS IN THIS ORDER, pada 12 Maret 2021 lalu. Dibalut dengan tema anxiety, keraguan, dan ketakutan, EP ini berusaha menemukan keindahan dalam perjuangan dan gejolak batinnya sendiri. Teen Vogue menggambarkannya sebagai 'perwujudan dari ungkapan bahwa seni tidak dimaksudkan untuk terlihat bagus, tapi dimaksudkan untuk membuat kamu merasakan sesuatu'. Merupakan yang pertama dalam trilogi album, MOODSWINGS IN THIS ORDER memperkenalkan pendengar kepada MITO, versi supernatural dari diri DPR IAN yang dirancang untuk membangkitkan transformasi yang ia alami ketika berada dalam keadaan terpuruk dan mengalami depresi.

Selama pembuatan film untuk video klip lagunya pada tahun 2021 So Beautiful, DPR IAN ingat bahwa ia begitu terhanyut oleh karakter yang ditampilkan, hingga ia pingsan di lokasi syuting, dan membiarkan MITO mengambil alih. Dalam visualnya, yang juga menampilkan cameo dari superstar global CL, kedua sisi dari dirinya seperti berlomba-lomba untuk mengontrol tubuhnya.

"Menakutkan bagaimana ia akan keluar ketika ia perlu. Jika kamu memberikan banyak kekuatan untuk sesuatu, hal itu akan mengendalikan banyak hal," katanya.

Muncul dari kegelapan proyek sebelumnya, 'Moodswings In To Order' memulai "fase merah" perjalanan MITO dari seorang serafim menjadi malaikat yang jatuh. Menceritakan kisah asal-usulnya yang menyentuh tema agama di mana kebencian dan kecemburuan MITO membawanya pada kebencian dan penghancuran diri. "Merah melambangkan cinta tapi juga melambangkan kemarahan," jelas DPR IAN. "Ini adalah titik transisi di mana ia masih menyimpan cinta, tapi kemudian menghilang dan tertutup dengan kemarahan. Itu adalah cerita dari [lagu pembuka] 'Seraph'". Lirik "I look upon you one last time as I set my wings on fire" menggambarkan percakapan terakhir MITO dengan Tuhannya sebelum ia dibuang dari kehidupan kesuciannya.

Proses kreatif DPR IAN dimulai dengan sebuah adegan. MOODSWINGS IN TO ORDER awalnya diciptakan sebagai sebuah film. Album berisi 12 lagu ini hadir bersamaan dengan film pendek yang memberikan bahasa visual sendiri untuk musiknya, dan menggarisbawahi kehangatan dan energinya.

"Ada lagu-lagu yang dimaksudkan untuk meningkatkan aspek sinematik dari karya tersebut, dan kemudian ada lagu-lagu seperti Avalon yang dapat kamu nikmati pada Jumat malam, sambil berpesta bersama teman-temanmu. Aku hidup untuk momen-momen seperti itu," jelasnya.

Ini semua adalah bagian dari cerita yang lebih besar yang coba disampaikan DPR IAN melalui berbagai media artistik, mulai dari musik hingga film. Lingkup seninya akan mencapai puncaknya dalam Regime World Tour dari DPR yang dimulai musim gugur ini, di mana ia akan membawa aspek teatrikal dari cerita MITO ke 20 kota di Amerika Utara.

"Ini seperti ketika kamu melihat The Hulk berubah wujud di layar. Penontonku ingin melihat itu dan aku perlu membawa itu ke atas panggung. Aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya," jawabnya saat ditanya tentang apa yang bisa diharapkan oleh para penggemar.

Semangat gigih dalam menantang dan membangun kembali inilah yang membuat DPR IAN menjadi seorang musisi yang singular. Tidak ada model untuk apa yang sedang ia coba capai, hanya kedalaman perasaannya seraya ia menenggelamkan dirinya secara utuh. "Aku mengejar banyak hal yang paling tinggi dan melalui penciptaan MITO aku juga telah belajar untuk mengejar yang terendah."

3. Siap World Tour Bersama DPR

Bersama rekan satu labelnya DPR LIVE, DPR IAN juga sedang bersiap untuk memulai DPR Regime World Tour yang dimulai pada 8 September 2022 mendatang di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat. Ia juga akan mengunjungi 19 kota Amerika Utara lainnya termasuk Los Angeles, Chicago, Toronto, New York, dan Atlanta sebelum berpindah ke Amerika Selatan, Eropa, dan Inggris dengan beberapa tanggal tambahan untuk Australia, Selandia Baru, dan Asia yang akan segera diumumkan.

4. Tentang DPR IAN

Christian Yu mulai menulis dan berkreasi dengan nama panggung DPR IAN pada akhir 2015 sebagai salah satu anggota pendiri kolektif kreatif DPR (Dream Perfect Regime) di Seoul, Korea Selatan. Label independen ini membuat, mengarahkan, memproduksi, dan mengedit semua jenis proyek multimedia untuk roster mereka yang beragam, dengan DPR IAN sebagai direktur utama dan editornya. Selain menjadi sutradara dan mengerjakan sinematografi untuk proyek internal, ia juga menyutradarai video klip untuk beberapa rekan kerjanya yang prolifik, baik dari Body oleh Mino hingga HOLUP! untuk Bobby iKON, dan juga Wake Me Up untuk Taeyang Big Bang.

Dikenal dengan visi artistiknya yang tajam dan detil, DPR IAN kini muncul sebagai musisi solo yang karyanya berada di antara batasan cahaya maupun bayangan. Melalui karakter MITO, sebuah manifestasi fisik dari gangguan bipolarnya sendiri, artis Australia-Korea berusia 31 tahun ini telah menciptakan karyanya yang paling pribadi hingga saat ini. Sebagai seorang storyteller, ia berbagi, "Aku ingin memberi penonton seorang karakter yang perjalanannya bisa mereka ikuti."

Lahir dan besar di Sydney, Australia, DPR IAN mengembangkan kecintaannya pada musik sejak usia dini. Ketertarikannya akan duo elektronik Daft Punk dan album mereka, DISCOVERY, serta musikal Cats memberinya kesadaran yang tajam akan pentingnya presentasi visual. Sebagai seorang remaja, ia belajar sendiri bagaimana cara bermain drum dan memulai sebuah band heavy metal sambil juga menulis lagu. Ia kemudian tertarik pada breakdance dan b-boy sebagai bentuk ekspresi diri, dan sering bolos sekolah untuk tampil di pusat kota Sydney dan mendokumentasikan gaya bebasnya di YouTube. Channel ini lah yang juga mendatangkan penonton baginya, dan menghubungkannya dengan teman dan kolaborator di DPR, Hong Da Bin (juga dikenal sebagai DPR LIVE).

Setelah lulus dari sekolah performing arts pada tahun 2008, ia membeli tiket ke Seoul untuk mengejar mimpinya sebagai seorang dancer. Ia memulai debutnya sebagai pemimpin grup rapper K-Pop C-Clown pada 2012, dan tampil dengan alias Rome. Pengalaman tersebut berumur pendek dan penuh gejolak sampai akhirnya grup ini dibubarkan pada tahun 2015 silam. Tetapi hal itu memberinya pemahaman yang lebih baik tentang industri musik. Jadi, ketika dia bergabung kembali dengan teman-temannya Hong dan Scott Kim (DPR REM) untuk membuat sesuatu bersama, ia tahu bahwa ia ingin mau ke tahap berikutnya dalam karier musiknya yang berakar pada kebebasan kreatif, kejujuran, dan komunitas. Visi itulah yang akhirnya menjadi DPR.

"Aku ingin membuat dampak atau tidak sama sekali. Ketika aku mulai melakukan sesuatu, aku ingin orang-orang bisa tertarik dan tidak berpaling lagi," pungkasnya.

https://www.newshub.id/interactive2/3554