Selain Punya Alur Cerita yang Seru, Berikut 4 Pembelajaran Tentang Kehidupan Dari Drama Korea 'SQUID GAME'

Editor KapanLagi.com   | Kamis, 14 Oktober 2021 21:32 WIB
Selain Punya Alur Cerita yang Seru, Berikut 4 Pembelajaran Tentang Kehidupan Dari Drama Korea 'SQUID GAME'
Squid Game (Credit: Instagram/ netflixkr)

Kapanlagi.com - Siapa yang tidak tahu drama hits satu ini? SQUID GAME adalah drama yang dirilis sejak 7 September 2021 lalu. Drama ini juga ditulis dan disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk.

Drama yang memiliki total 9 episode ini sangat mencuri perhatian penonton dari berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Alur ceritanya yang seru, penuh misteri, dan membuat penasaran tentunya semakin membuat lebih banyak orang tertarik untuk menontonnya.

SQUID GAME mengisahkan tentang orang-orang yang gagal, terlilit hutang, memiliki keadaan ekonomi yang buruk, dan akhirnya mereka dikumpulkan pada suatu tempat di mana mereka yang sudah bersedia berpartisipasi harus mengikuti permainan-permainan yang telah dipersiapkan. Bagi yang dapat bertahan hidup dan berhasil hingga akhir, maka akan diberi hadiah sebesar 45,6 miliar Won atau sekitar Rp. 575 miliar. Namun, selama permainan berlangsung ada banyak hal-hal janggal dan dapat membahayakan nyawa mereka. Dibalik keseruan drama SQUID GAME pasti ada makna atau pesan yang dapat kita ambil. Yuk, kita bahas!

1. Untuk Mencapai Sesuatu Pasti Ada Hal yang Harus Kita Korbankan

Orang-orang yang memutuskan untuk bergabung dalam permainan pada dasarnya adalah orang-orang yang sedang menderita kesusahan dan terlilit hutang. Hidup mereka bagaikan berada di ujung tanduk.

Pada drama ini dikisahkan bahwa orang-orang yang terlibat harus mengikuti aturan-aturan dalam permainan untuk bisa mendapatkan 45.6 miliar Won. Setiap pemain mempertaruhkan atau senilai dengan 100 juta won. Ada total 456 orang yang akhirnya memutuskan untuk bergabung dan dikumpulkan dalam suatu tempat. Namun, untuk mendapatkan hadiah uang tersebut mereka harus mengikuti permainan beserta aturan-aturannya, jika gagal mereka akan tereliminai atau mati.

2. Jangan Mudah Percaya Pada Orang Lain

Seperti Ali dan Sang Woo. Pada awalnya mereka terlihat akrab dan mulai percaya satu sama lain. Selama memutuskan untuk menjadi satu kelompok, mereka berdua sempat menceritakan kehidupan pribadi masing-masing.

Namun, hal itu berubah ketika mereka tahu bahwa dalam permainan kelereng mereka berdua yang memutuskan untuk menjadi partner menjadi musuh atau lawan main. Akhirnya, Ali tereliminasi dan ditembak mati dalam permainan karena ia terlalu percaya dan ditipu oleh Sang Woo. Scene ini mengingatkan kita untuk tidak langsung percaya pada orang, apalagi orang yang baru kita temui meskipun ia adalah orang yang baik sekalipun. Jangankan orang yang baru kenal, jaman sekarang sudah banyak cerita tentang teman atau sahabat yang ternyata berhianat dan menusuk kita dari belakang. Jadi, hati-hati, ya.

3. Berhutang Bukan Solusi yang Bagus

Seperti kisah Song Gi Hun pada awal episode. Ia adalah seorang pria yang hidup dengan ibunya yang sudah tua. Dahulu ia hidup bahagia dengan memiliki istri dan seorang anak perempuan. Namun semua itu berubah saat akhirnya ia dan istrinya harus bercerai dan ia terlilit banyak hutang.

Ia sering dikejar-kejar reintenir dan dipaksa untuk segera membayar. Tidak ada hal yang bisa ia lakukan karena ia sendiri tidak memiliki uang. Karena sangat putus asa akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti permainan di tempat asing tersebut meskipun harus mempertaruhkan nyawanya. Berhutang uang bukanlah solusi yang bagus dalam menyelesaikan masalah. Jika tidak mampu atau tidak bisa menepati untuk membayar kembali maka itu bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. 

4. Uang Bukan Sumber Kebahagiaan yang Mutlak

Pada episode terakhir ketika Gi Hun berbicara dengan si kakek bernama Oh Il Nam, di sana kita diingatkan kembali tentang persamaan orang yang tidak memiliki uang dan orang yang memiliki terlalu banyak uang.

Orang yang memiliki banyak uang dapat membeli apapun yang ingin dibeli, dimakan, diminum, namun semuanya akan membosankan pada akhirnya hingga tak ada kesenangan lagi dalam hidup. Jadi, uang bukanlah segalanya. Orang kaya rayapun yang hidupnya terjamin belum tentu memiliki kehidupan yang bahagia.

Ditulis oleh: Bezaline Chika Henna

Editor:   Editor KapanLagi.com