Selalu Jadi Sasaran Hate Comment, Apa Sebenarnya Penyebab Sulli Dibully?

Rezka Aulia | Rabu, 16 Oktober 2019 06:32 WIB
Selalu Jadi Sasaran Hate Comment, Apa Sebenarnya Penyebab Sulli Dibully?

Kapanlagi.com - Sulli ditemukan meninggal di apartemennya pada 14 Oktober 2019. Menurut keterangan kepolisian, wanita bernama asli Choi Jin-Ri ini meninggal karena bunuh diri. Jasad Choi Sulli ditemukan oleh managernya di Senin pagi.

Dalam statement polisi, idol berusia 25 tahun ini diketahui mengalami depresi akut. Sulli memang dikenal sebagai salah satu idol Korea yang sering mendapat hate comment. Beberapa hal sederhana yang dilakukan Sulli seolah dengan mudah menyulut rundungan netizen.

Lantas apa masalah sebenarnya hingga gadis berjuluk 'Human Peach' ini selalu dirundung?

1 dari 7 halaman

1. Sudah Berkarier Sejak Masih Kecil

Sudah Berkarier Sejak Masih Kecil © Onehallyu
Sulli lahir di Busan pada 1994, sejak kecil ia telah memiliki paras yang amat cute. Ia tumbuh di Busan hingga tahun 2004, setelah periode ini Sulli kecil pindah ke Seoul. Perpindahan ini juga yang membuka peluangnya berkarier di dunia Hallyu.

Sulli sudah menjajal dunia akting sejak dini dengan peran di drama Ballad Of Seodong di tahun 2005. Lantas ia menjajal akting layar lebar dalam PUNCH LADY (2007).

2 dari 7 halaman

2. Maknae di fx

Maknae di fx © instagram/ajol_llama
Sulli mulai jadi bagian girlgrup f(x) di tahun 2009. Sulli merupakan maknae alias member paling muda dalam grup populer ini. Meski demikian kaki jenjang yang dimiliki Sulli membuatnya dijuluki 'Giant Baby'.Memperoleh kepopuleran bersama grup f(x), Sulli juga menerima banyak hate comment.

Ia amat terbuka pada publik tentang keinginannya mendukung sesama perempuan. Ia juga mengakui memiliki masalah depresi dan gangguan kecemasan. Banyak hal yang membuat Sulli mendapatkan cyberbully. Hal ini membuat Sulli memutuskan keluar dari f(x) pada 2014. Ia mengambil break sejenak dan mengembangkan karier aktingnya.

3 dari 7 halaman

3. Akui Punya Masalah Kepanikan dan Depresi

Akui Punya Masalah Kepanikan dan Depresi © tvN
Sulli mengakui perjuangan melawan depresi dan gangguan kecemasan dalam teaser reality tv miliknya, Jinri Store.

"Fobia sosial, kepanikan.... Aku telah mengalami panic disorder sejak aku masih amat kecil. Ada masa saat beberapa teman terdekatku meninggalkan aku. Orang-orang melukai aku, semua hancur. Aku seperti tak punya siapa pun di dekatku atau siapa pun yang bisa memahamiku. Ini mengapa aku merasa hancur," ujar Sulli dilansir dari Cosmopolitan.

Teaser ini pun tak luput dari hate comment netizen jahat. Akhirnya video teaser ini pun dihapus dan tak bisa lagi diakses publik. Lantas apa yang sebenarnya menjadi pemicu Sulli mendapat banyak rundungan?

4 dari 7 halaman

4. Keputusan Pribadi yang Dirundung

Keputusan Pribadi yang Dirundung © Istimewa
Sosok Sulli yang outspoken alias blak-blakan dianggap kontroversial di skena industri hiburan Korea. Salah satu keputusan kontroversialnya saat ia mengaku tak memakai bra. Keputusan pribadi ini malah menyulut bully dan hate comment. "Tak mengenakan bra merupakan bentuk kebebasan," ujar mendiang Sulli di acara Night Of Hate Comment di saluran JTBC 21 Juli 2019.

"Saat aku mengunggah foto tanpa mengenakan bra, orang-orang membicarakan tu. Aku bisa saja takut, tapi aku enggak karena aku pikir akan lebih baik kalau orang-orang mulai membuang prasangka mereka," lanjut Suli.

Gak hanya masalah berpakaian, masih banyak lagi kontroversi yang dialami Sulli. Sebut saja hubungan asmaranya dengan Choiza, dituduh penyuka sesama jenis karena mencium Goo Ha-ra sang sahabat.

5 dari 7 halaman

5. Sosok Idol yang Berbeda

Sosok Idol yang Berbeda © credit as tagged - Instagram.com/jelly_jilli/fendi
Dilansir dari YTN Sulli sempat dinilai 'cari perhatian' hingga dicap sebagai 'pengguna narkoba' karena pupil matanya yang amat lebar. Tak terima dengan tuduhan keji ini, Sulli sempat akan menuntut penulis komentar. Namun hal ini urung dilakukan setelah pelaku yang berprofesi sebagai mahasiswa menulis surat permintaan maaf yang tulus.

Jurnalis musik Taylor Glasby menilai sosok mendiang Sulli adalah orang yang original dan tipe 'free spirit'. Dalam rilisan BBC dilansir dari Heavy.com disebutkan, "Dia salah satu idol yang memutuskan hidup dengan cara mereka dan hal ini tak selalu berakhir baik dengan tanggapan masyarakat."

6 dari 7 halaman

6. Curhat di Lagu 'Goblin'?

Curhat di Lagu 'Goblin'? © instagram/Jelly_Jilli
Persona Sulli yang 'tanpa filter' membuat sisi dan keputusan pribadinya dihakimi banyak netizen. Belum lagi beban depresi karena telah berkarier sejak dini membuatnya lebih rapuh. 

 Kepergian Sulli ini jelas mengejutkan, pasalnya tahun ini ia baru saja merilis single. Dalam lagu berjudul Goblin yang dirilis pada musim panas 2019, nampak beberapa hal personal yang dibagikan Sulli dalam musiknya.

Ia menuliskan tentang 'Ini bukan hari yang buruk, ini biasa saja. Ini benar, aku muak dengan semua ini.'. Mungkin lirik ini berkisah tentang kecemasan yang dialami. Sulli juga mengabadikan cintanya pada kucing peliharaan lewat lirik 'Jangan takut dengan kucing tanpa bulu. Warna aprikot, hanya ingin menyapamu'.

7 dari 7 halaman

7. Sulli Adalah Korban

Sulli Adalah Korban © instagram/Jelly_Jilli
Gak hanya menuangkan perasaan ke dalam lirik, Sulli juga menampilkan tiga kepribadian berbeda. Mulai dari sosok yang bersedih dengan wajah pucat, gadis ceria penuh warna dan sisi gothic yang lebih 'dark'.

Dilansir dari Gurdian, Sulli pernah menangis dalam salah satu video instagramnya. "Aku bukan orang jahat," ujarnya sambil menangis. Sulli merupakan korban dari budaya toxic para netizen yang terlalu mengkritisi kehidupan selebritis.

So KLovers, mari kita coba menulis komentar yang lebih bijak yuk! Jangan sampai ada korban lagi dari cyberbullying. Dan semoga Suli bisa beristirahat dalam damai.

 

(kpl/rna)


Editor:  

Rezka Aulia

↑