Song Hye Kyo Cuma Bisa Tuntut 2 Haters, Bukti Susahnya Tangkap Netizens Jahat

Rahmi Safitri | Selasa, 15 Oktober 2019 20:00 WIB
Song Hye Kyo Cuma Bisa Tuntut 2 Haters, Bukti Susahnya Tangkap Netizens Jahat

Kapanlagi.com - Seberapa populer seorang selebriti, mereka pasti punya haters, termasuk tentunya bintang-bintang Korea. Choi Sulli adalah salah satu korban dari ganasnya haters di media sosial yang membuat wanita bernama asli Choi Jinri itu mengakhiri hidupnya sendiri.

Bukan hanya Sulli saja bintang Korea yang sering dapat komentar jelek dari haters dan netizens. Song Hye Kyo yang dikenal sebagai aktris papan atas dan punya banyak penggemar pun tak luput dari komentar dan rumor jahat yang dibuat oleh netizens.

Juli lalu, agensi Song Hye Kyo, UAA, melaporkan para netizens yang membuat komentar dan rumor tak berdasar tentang bintang drama Descendants of the Sun itu kepada pihak berwajib. Tiga bulan kemudian akhirnya ada perkembangan dari laporan yang diajukan oleh sang aktris dan agensinya.

1 dari 2 halaman

1. Dua Netizens yang Ditangkap

Seperti dilansir dari Soompi, Kantor Polisi Bundang memberikan pernyataan pada hari Selasa (15/10/2019) terkait laporan yang dibuat Song Hye Kyo. Mereka menyatakan kalau dua netizens, yang selanjutnya disebut dengan A dan B, sudah diserahkan kepada pihak kejaksaan dengan dakwaan melanggar Undang Undang Tentang Promosi Informasi dan Pemanfaatan Jaringan Komunikasi dan Perlindungan Informasi, dll.

A ditangkap atas tuduhan pencemaran nama baik setelah menulis rumor di blog-nya dengan bilang kalau Song Hye Kyo punya sponsor di China yang menjadi alasan perceraiannya dengan Song Joong Ki. Sedangkan B dituntut karena membuat komentar kejam yang menyerang kepribadian Song Hye Kyo.

2 dari 2 halaman

2. Gagal Kejar 13 Netizens Lainnya

Gagal Kejar 13 Netizens Lainnya
Agensi Song Hye Kyo sebelumnya menyatakan menuntut 15 netizens pada Juli lalu. Sayangnya hanya dua yang bisa lanjut kasusnya ke kejaksaan. Tiga belas warganet lainnya tidak bisa diidentifikasi karena mereka sudah menghapus akunnya.

Dari sini sebaiknya kita sama-sama berpikir dulu dalam menulis komentar kita di Internet. Karena kata-kata kadang lebih kejam dari senjata. Yuk jadi netizens pintar, KLovers!

(soo/pit)


Editor:  

Rahmi Safitri

↑