Sulli Meninggal Dunia Karena Bunuh Diri, Muncul Petisi Agar Netizen Pakai Nama Asli

Ayu Srikhandi | Selasa, 15 Oktober 2019 11:57 WIB
Sulli Meninggal Dunia Karena Bunuh Diri, Muncul Petisi Agar Netizen Pakai Nama Asli

Kapanlagi.com - Kabar meninggalnya Sulli menyisakan duka yang mendalam bagi para penggemar. Apalagi sepanjang karirnya, bintang SM Entertainment tersebut mengalami depresi karena kerap mendapat komentar pedas dari netizen Korea.

Setelah Sulli mengakhiri hidupnya, muncul sebuah petisi agar Korea mengubah hukum soal hate comments. Mereka berharap agar semua netizen Korea hanya bisa menggunakan nama asli dan semua yang menuliskan komentar jahat mendapat hukuman.

1 dari 2 halaman

1. Hukuman Berat untuk Cyber Bullying

Hukuman Berat untuk Cyber Bullying Sulli © instagram.com/jelly_jilli
"Kami meminta hukuman berat untuk siapapun yang pernah menulis komentar kebencian hingga membuat Sulli f(x) meninggal," begitu lah judul dari petisi di The National Petition of South Korea.

Fans meminta agar orang-orang yang menuliskan komentar jahat mendapat hukuman berat agar tidak lagi memakan korban seperti mendiang Jonghyun dan Sulli, "Kami meminta hukuman berat untuk siapapun yang telah menuliskan komentar jahat yang menyebabkan kematian Sulli. Seperti Jonghyun juga yang menderita karena komentar jahat sehingga membuat keputusan yang buruk. Kalau hukum tidak diubah, akan semakin banyak kejadian seperti ini. Tolong revisi undang-undang untuk mereka yang menuliskan komentar jahat agar mendapat hukuman berat."

2 dari 2 halaman

2. Netizen Hanya Boleh Pakai Nama Asli

Netizen Hanya Boleh Pakai Nama Asli © koreaboo.com
Petisi lain muncul meminta agar ada peraturan yang menyatakan netizen Korea hanya bisa memakai nama asli mereka di internet. Hal ini dianggap ampuh untuk melindungi para pengguna lainnya.

The National Petition of South Korea sendiri merupakan situs resmi untuk petisi dari pemerintah yang menyambungkan pada presiden. Setidaknya ada 200.000 orang yang menyetujui petisi yang dibuat, pemerintah dan blue house akan turun tangan.

(kor/jje)


Editor:  

Ayu Srikhandi

↑