Surat Penangkapan Kembali Ditolak, Seungri Eks Big Bang Tak Jadi Ditahan

Gogor Subyakto | Rabu, 15 Mei 2019 13:28 WIB
Surat Penangkapan Kembali Ditolak, Seungri Eks Big Bang Tak Jadi Ditahan

Kapanlagi.com - Seungri Big Bang sampai sekarang masih menjadi topik perbincangan hangat. Pria yang satu ini diketahui mendapatkan banyak tuduhan atas beberapa kasus mulai dari prostitusi hingga penggelapan dana.

Baru-baru ini, pihak kepolisian kembali mengajukan surat penangkapan untuk Seungri dan Yoo In Suk, mantan CEO Yuri Holding. Setelah dievaluasi di pengadilan, sempat terlihat Seungri keluar dengan kedua tangan diikat.

Kala itu, Seungri sendiri memang dibawa ke sel tahanan untuk menunggu hasil evaluasi pengadilan soal surat penangkapan. Kembali ditolak, mantan member Big Bang tersebut tak jadi ditahan.

1 dari 3 halaman

1. Surat Kembali Ditolak

Pihak pengadilan kembali menolak surat penahanan praperadilan yang diajukan oleh kepolisian atas Seungri dan Yoo In Suk. Seperti yang diketahui, keduanya sempat bekerjasama dan terlibat dalam kelab malam Burning Sun.

Pada hari Selasa (14/5) kemarin, Seungri dan In Suk menghadiri evaluasi untuk menentukan validasi surat penahanan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Surat ini memungkinkan tersangka ditahan lebih dari 48 jam.

2 dari 3 halaman

2. Tak Jadi Ditahan

Credit: Newsen
Tuduhan yang tercantum dalam surat penahanan praperadilan tersebut termasuk, mediasi layanan prostitusi, penggelapan dana sampai pelanggaran sanitasi makanan. Surat itu juga menyebutkan soal membayar layanan dari prostitusi.

Setelah melakukan evaluasi, Seungri tampak keluar gedung dengan tangan terikat dan diiringi petugas keamanan. Kala itu, ia dibawa ke sel penahanan pengadilan sembari menunggu keputusan akhir dari pihak berwenang.

3 dari 3 halaman

3. Alasan Penolakan

Credit: Newsen
Malam harinya, hakim Shin Jong Yeol dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengumumkan soal penolakan surat penahanan praperadilan untuk Seungri dan Yoo In Suk.

Sehubungan dengan kasus Seungri, ia menjelaskan, "Ada ruang untuk sengketa sehubungan dengan kecurigaan utama, yaitu penggelapan. Juga sulit untuk mengenali alasan penahanan, seperti potensi penghancuran bukti, sehubungan dengan kecurigaan yang tersisa," pungkas hakim tersebut

(kpl/soo/ssm)


Editor:  

Gogor Subyakto

↑