Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Tidak Kalah Seru Dari Versi Korea, Berikut 4 Perbedaan Film 'MIRACLE IN CELL NO 7' Versi Indonesia dan Korea!

Editor KapanLagi.com   | Selasa, 06 September 2022 19:14 WIB
Tidak Kalah Seru Dari Versi Korea, Berikut 4 Perbedaan Film 'MIRACLE IN CELL NO 7' Versi Indonesia dan Korea!
Miracle In Cell No 7 (Credit: KapanLagi.com/Bayu Herdianto)

Kapanlagi.com - Ditulis oleh: Adhella Azkia Putri

Akan segera tayang di bioskop pada tanggal 8 September 2022, film ini di sutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama Indonesia, seperti Vino G Bastian, Mawar de Jongh, Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani dan masih banyak lagi. 

Diadaptasi dari drama Korea dengan judul yang sama yaitu Miracle In Cell No 7, film ini ternyata memiliki beberapa perbedaan antara versi Indonesia dan Korea. Terlepas dari perbedaan yang ada, jalan cerita utama dari keduanya tetaplah sama. 

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Kira-kira apa saja ya perbedaan antara film Miracle In Cell No 7 versi Indonesia dan Korea? Berikut merupakan rangkumannya. 

1. Perbedaan Profesi Tokoh Utama

Gambar

Dalam versi Korea, tokoh utama yang bernama Lee Young Guu berprofesi sebagai juru parkir. Sedangkan pada versi Indonesia, tokoh utamanya yang bernama Dodo Rozak yang diperankan oleh Vino G Bastian berprofesi sebagai tukang balon.

Walaupun terdapat sebuah perbedaan profesi antara kedua versi dari film ini, tokoh utama tetap diceritakan sebagai seseorang yang memiliki gangguan mental.

2. Perbedaan Iklim Korea dan Indonesia

Gambar

Korea dan Indonesia memiliki iklim yang sangat berbeda. Dalam versi Korea permasalahan awal terjadi karena seorang anak kecil terpeleset dan meninggal dunia saat musim salju. 

Karena di Indonesia tidak ada musim salju, Hanung Bramantyo selaku sutradara tidak mau memaksakan adegan yang sama dengan versi Korea, ia memilih untuk mencari alternatif dan menggantikan scene di musim salju tersebut dengan cerita yang lain tetapi tetap mengandung inti yang sama. 

3. Perbedaan Hukum yang Digunakan

Gambar

Dibuat di negara yang berbeda yaitu Korea dan Indonesia. Tentu saja menimbulkan banyak perbedaan, termasuk dalam pandangan hukum yang digunakan. 

Dalam versi Korea, tokoh utama dijatuhi hukuman karena dituduh membunuh serta memperkosa seorang anak kecil. 

Pada versi Indonesia hukum yang digunakan adalah hukum fiktif, nama penjara yang digunakan juga fiktif. Hal ini dilakukan demi keamanan dan menghindari tersinggungnya beberapa pihak. Keputusan ini juga dilakukan berdasarkan saran dari konsultan hukum film tersebut. 

4. Perbedaan Latar Tempat

Gambar

Perbedaan antara versi Korea dan Indonesia juga terlihat pada latar tempat yang ditinggali oleh tokoh utama. 

Pada versi Indonesia tokoh utama diceritakan tinggal di pemukiman padat penduduk di pinggir rel kereta api. Sedangkan versi Korea, tokoh utama tinggal di pemukiman yang sepi penduduk serta memiliki rumah yang sangat kecil dan hanya muat untuk anak perempuannya saja. 

Editor:   Editor KapanLagi.com