Laura Muljadi


Maria Agnes Laurencia Alexandra Muljadi atau yang leih dikenal dengan Laura Muljadi adalah model kelahiran Jakarta, 21 Januari 1985. Hidung mancung dan warna kulitnya yang sawo matang membuat orang sering mengira Laura adalah keturunan Arab atau India, namun kenyataannya ia justru mewarisi darah Cina.



KARIR
Laura mendapat job pertama sebagai model ketika berusia 14 tahun dalam sebuah photoshoot untuk majalah. Saat ingin merintis karir di dunia model, orang tuanya melarang karena ingin Laura berkonsentrasi ke pendidikan. Baru ketika ia berusia 17 tahun, Laura diijinkan untuk mengikuti sekolah model.


Saat itu Laura tidak benar-benar ingin menjadi model. Ia mengikuti sekolah model untuk memperbaiki poster tubuhnya dan menambah rasa percaya diri. Laura dengan tubuh yang tinggi semampai, ramping dan kulit berwarna coklat membuatnya berbeda dengan teman-temannya dan kadang membuatnya tidak percaya diri. Meskipun ibunya mendukung karirnya di bidang modelling, tidak demikian dengan ayahnya. Ayahnya justru melarang Laura untuk melakukan berbagai aktivitas outdoor lainnya karena khawatir kulit Laura akan berwarna semakin gelap.


Laura kemudian memutuskan untuk melepaskan karirnya sebagai model setelah ia mendapat beasiswa untuk sekolah di Hogeschool Inholland Diemen, Belanda, jurusan Manajemen Komunikasi Internasional pada tahun 2003. Selama di Belanda, ia bekerja sambilan sebagai pelayan restoran. 



Tak disangka, peluang karir modelling yang telah dilupakan Laura justru terbuka lagi di Belanda. Salah satu pengunjung setia restoran tempat Laura bekerja adalah Emilie Bouwman, seorang pemilik modelling agency terkemuka di Belanda bernama Favourite Model. Setelah beberapa kali mengamati Laura, ia mengatakan pada Laura jika Laura berhasil menurunkan berat badan sebanyak 30 kg dalam waktu 6 bulan, Bouwan akan mengajak Laura bergabung pada agensi miliknya.



Laura yang saat itu memiliki berat badan 82 kilogram menanggapi serius tawaran tersebut. Selain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama di Belanda, Laura juga ingin hidup yang lebih sehat sebagai model. Ia kemudian mulai berhenti minum kopi, rajin joggong, yoga dan mengambil kelas pilates. Hasilnya, dalam waktu 6 bulan ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 33 kilogram. Laura pun memulai karirnya sebagai model.



Setelah sekolahnya selesai, ia kembali ke Indonesia pada akhir tahun 2007. Sebelum kembali ke Indonesia, ia sempat mengikuti pemilihan Puteri Indonesia pada tahun 2006. Kembalinya ke Indonesia juga dalam rangka liburan sebelum ia melanjutkan sekolah Masternya di Inggris.



Sederetan prestasi dalam bidang modelling kemudian diraih oleh Laura. Tahun 2009 ia terpilih sebagai the best model pada Jakarta Fashion Week dan New Model Award alam Amica Awards pada tahun 2010. Di tahun yang sama, ia terpilih sebagai icon Jakarta Fashion and Food Festival. 



Profesi sebagai model yang identik dengan dunia yang glamor tidak membuat jiwa sosialnya terkikis. Bulan Juli 2012 ia bergabung menjadi relawan pengajar dalam yayasan nirlaba Sahabat Anak. Bersama Sahabat Anak, Laura ikut mengajar bagi anak jalanan.

Lebih Lengkap