Ada Apa di Balik '1989' Taylor Swift?

Natanael Sepaya   | Kamis, 09 Oktober 2014 08:50 WIB
Ada Apa di Balik '1989' Taylor Swift?

Kapanlagi.com - Belum sampai sebulan album Taylor Swift sudah beredar di pasaran. Jika biasanya nama sebuah album diambil dari hits single di dalamnya. Namun Taylor Swift punya alasan berbeda dengan album barunya, 1989.

Meski bukan Taylor saja yang pernah memakai angka, tahun, atau hanya sebuah huruf untuk judul albumnya. Sudah banyak artis baik dalam maupun luar yang menggunakannya. Dan ini pertama kalinya Taylor Swift melakukan hal tersebut.

Apa saja alasan Taylor Swift menggunakan 1989 sebagai judul album barunya? Apakah kalian sudah yakin benar? Yuk kita bongkar satu persatu. (kpl/ntn)

1. Max Martin - Shellback, Dalangnya Shake It Off

Tidak ada yang meragukan kedua produser asal Swedia itu. Mereka memang ahli meracik lagu sampai menjadi hits.

Katy Perry, Pink, Britney Spears, bahkan Maroon 5 adalah sejumlah artis yang pernah di olah oleh mereka. Dan siapa yang tidak tahu hits I Want It That Way milik Backstreet Boys? itu pun kerjaan mereka juga loh.

Nah, Taylor Swift juga sudah pernah merasakan hasil arahan mereka ini di album RED dua tahun silam. Dan sekarang, 1989 pun diserahkan kembali ke tangan mereka. Shake It Off langsung laris bak kacang goreng di malam hari.

2. Sedang Nyaman Dengan Kesendirian

Pasti kalian belum tahu kabar terbaru dari Taylor Swift. Ya! Taylor memang sedang rehat dari dunia percintaan. Taylor agaknya lelah dengan kata putus dan sedikit alergi dengan yang namanya kencan.

Kepada Rolling Stone, Taylor Swift mengaku sedang menikmati kesendiriannya, mencari teman wanita baru, dan bersenang-senang. Masih belum terbesit di benak Taylor untuk membuka hatinya kembali.

Taylor Swift pun menulis sebuah lagu tentang sudut pandangnya yang berbeda soal cinta. Lagu itu berjudul Wildest Dreams.

3. Bukan Foto Mantan Yang Mengganggu Taylor Swift

Dalam album 1989 ini banyak ungkapan sakit hati Taylor Swift. Tapi dia menyimpan sebagian sakit hatinya dari media.

Seperti dinyatakan Rolling Stone, dimana lagu Bad Blood menjadi kisah persahabatan yang berbuah pahit. Tapi tetap Taylor Swift tidak menyebutkan nama ex-sahabatnya itu.

Yang pasti, bukan cuma wajah bang John Mayer saja yang menggesek hati Taylor Swift selama ini. Memang, lebih sakit deh kalau kita punya frenemy yang berkhianat ketimbang sosok mantan.

4. Trio Produser, Ambisi Atau Coba-Coba?

Kayaknya Taylor Swift masih belum puas dengan mendatangkan dua produser pencetak hits tadi. Taylor berambisi untuk meledakkan 1989.

Meski Max Martin dan Shellback sudah manjadi duet maut untuk super album ini, Taylor Swift langsung menggaet Ryan Tedder untuk melengkapi trio produser maut. Pernah kerja bareng Beyonce, Kelly Clarkson, dan Adele, Taylor memanggil Ryan dengan sebutan 'the fastest writer I have worked with'.

Trio produser maut ini rasanya bakal ampuh untuk menjebol pasar musik dunia. Semoga Taylor Swift bisa membawa pulang trofi penghargaan deh.

5. Nggak Boleh Buta Politik!

Jaman sekarang memang haram kalau sampai buta politik. Nah, Taylor Swift kayaknya agak sadar nih akan hal tersebut.

Taylor Swift @ShutterstockTaylor Swift @Shutterstock

Meski nggak pernah mengurusi soal politik sepanjang karirnya, di 1989 ini ada sebuah lagu yang akan membuat para fansnya juga ikutan melek politik. Kabarnya, lagu itu akan Taylor swift pakai untuk mengangkat isu lawas, feminisme.

Rasanya layak memberikan gelar Kartini modern untuk penyanyi yang satu ini. Cantik, bertalenta, dan nggak buta politik, Taylor Swift.

6. Tandem Maut Taylor Swift Masih Orang Lama

Sudah hampir Setahun lalu Taylor Swift memberikan teaser untuk 1989. Kala itu, Taylor menulis sebuah lagu dengan Jack Antonoff yang menjadi soundtrack One Chance.

Sweeter Than Fiction, merupakan single yang ditulis keduanya meski masih kurang greget. Dan kali ini, Taylor ingin mencoba kembali kolaborasinya dengan Jack Antonoff pada 1989.

Menurut rumor, ada sebuah lagu yang menceritakan kisah asmara Taylor dengan Harry Styles, Out Of The Woods. Dan sebagai bonusnya, ada juga lagu penuh kasih yang berjudul You Are In Love.

7. Harus Ada Satu Lagu Taylor Swift Sendiri!

Meski ditangani trio produser maut, para fans berharap ada satu slot lagu yang memang musik khas ala Taylor. Mereka tidak mau kehilangan sisi murni Taylor dalam bermusik.

Selain trio produser itu, Nathan Chapman juga ikut mengolah salah satu lagu di 1989. Nggak mungkin yang lain, pasti country adalah tema lagu yang digarap bareng Nathan Chapman.

Meski sebagian musik akan tetap up-tempo, para fans masih ingin mendengarkan Taylor Swift sebenarnya. Ya, gaya musik ballad ala Taylor tentunya.

8. Taylor Masih Butuh Imogen Heap

Setelah banyak dibantu orang-orang hebat, Taylor Swift masih punya satu orang untuk diajak berduet. Memang sudah sejak lama Taylor ingin bekerja sama dengan salah satu artis indie-pop yang dikenalnya.

Lewat akun twitternya, Imogen Heap menyatakan salut atas pencapaian Taylor Swift dan berharap segera mendapat kopi hasil rekamannya itu. Dan malah, Chris Willman juga ikut membeberkan isu kalau Taylor Swift memang pasti bekerja sama dengan Imogen Heap.

Meski judul lagunya belum diketahui, setidaknya harapan Taylor berkolaborasi dengan Heap bisa terwujud. Yang paling penting, album ini layak dibeli. Hitung-hitung ngobatin sakit hati Taylor Swift lah.

Editor:   Natanael Sepaya