Beauz, Duo DJ Asal Amerika Serikat Ini Masukkan Unsur Gamelan di Single Barunya

Dhimas Wahyu Nugroho   | Senin, 23 Desember 2019 12:38 WIB
Beauz, Duo DJ Asal Amerika Serikat Ini Masukkan Unsur Gamelan di Single Barunya

Kapanlagi.com - Duo DJ asal Amerika Serikat, Beauz kembali merilis karya terbaru mereka. Sebuah single berjudul Feel The Light dirilis sebagai senjata baru mereka untuk bersaing di industri musik global. Johan Yang dan Bernie mencoba membuat karya yang tidak hanya enak didengar di radio namun bisa dinikmati sambil berdansa ketika live.

Lewat Feel The Light Beauz ingin mengirimkan sebuah pesan bagi pendengarnya. Ketika pendengarnya mendengarkan lagu Feel The Light, mereka berharap bisa menjadi semangat baru untuk berbuat hal-hal yang positif.

"Sebenarnya lagu ini juga bisa digunakan untuk menyemangati orang sih. Sekarang kan eranya sosmed, di mana semuanya terlihat sempurna dan baik-baik saja. Padahal banyak hal negatif yang terjadi. Dengan lagu ini harapannya bisa mengarahkan orang ke arah positif," kata Johan saat ditemui belum lama ini.

1 dari 1 halaman

1. Memasukan Unsur Indonesia

Dalam proses penggarapannya, Johan bertugas untuk menyusun melodi serta lirik lagunya. Sementara itu tugas Bernie adalah menghadirkan sound futuristik. Kakak beradik ini pun tak lupa memasukkan unsur etnik Indonesia ke dalam lagu Feel The Light.

Ya, mereka memasukkan unsur gamelan ke dalam musiknya. Johan Yang dan Bernie masih memiliki darah Indonesia di dalam tubuhnya. Hal ini yang membuat mereka masih paham soal alat musik tradisional Indonesia.

"Kami mencoba memasukkan instrumen tradisional sebanyak mungkin, entah itu dari Indonesia, China, selama itu membuat sound-nya enak, ya tidak masalah. Tapi kami masih belum menemukan banyak instrumen tradisional dan masih banyak juga yang harus kami pelajari," jelas Johan.

Feel The Light sendiri merupakan single pertama Beauz di bawah naungan label Spinnin Records Asia. Setelah ini, keduanya dipastikan bakal segera merilis lagu-lagu lain untuk pasa Asia.

(kpl/pur/dim)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑