Bob Geldof Kritik Proses Seleksi Gubernur Bank Dunia

Darmadi Sasongko | 01 April 2005, 19:17 WIB
Kapanlagi.com - Penyanyi rock asal Irlandia dan pejuang anti-kemiskinan, Bob Geldof, Kamis (Jum'at WIB, 1/4) mengkritik proses seleksi di Bank Dunia sebagai 'tidak masuk akal', tetapi ia siap untuk bekerjsama dengan pemimpin barunya Paul Wolfowitz.

Pilihan Presiden Bush untuk posisi itu tampaknya akan ditetapkan secara resmi sebagai presiden lembaga itu, yang memberikan pinjaman dana proyek bagi negara miskin di dunia, saat dewan bank yang beranggotakan 24 orang bertemu akhir bulan ini.

Wolfowitz adalah satu-satunya calon untuk posisi itu, yang biasanya dikepalai oleh warga Amerika, sedangkan posisi puncak di Dana Moneter Internasional (IMF) biasanya dipegang warga Eropa.

"Cara yang digunakan tidak masuk akal. Presiden Amerika diizinkan untuk mencalonkan presiden Bank Dunia. Itu uang kita. Itu semua uang kita. Itu Bank Dunia," kata Geldof.

Ia juga mengkritik proses seleksi di IMF, dengan mengatakan pemimpinnya dipilih secara rahasia oleh negara Eropa.

"Di mana tempat warga Afrika. Di mana mereka? mereka perlu diwakili pada tingkat tertinggi," tambahnya pada peluncuran prakarsa baru Inggris tentang kampanye Buat Sejarah Kemiskinan.

Bintang Hollywood Brad Pitt dan Cameron Diaz tampil bersama selebriti lain 'menjentikkan' jari mereka setiap tiga detik sebagai simbol kematian satu anak dari negara yang sangat miskin.

Geldof, yang terkenal karena upayanya untuk mengumpulkan dana selama Ethiopia terlanda kelaparan 1984-1985, mengatakan ia akan bekerja dengan siapapun untuk mencapai tujuannya.

"Masalah saya berkaitan dengan prosedur nominasi di tempat pertama, tetapi saya akan bekerja dengan siapapun jika saya mendapatkan hasil."

Para musisi memiliki pengaruh dalam pengurangan utang dunia dan pengentasan kemiskinan, dan pemimpin kelompok band U2 penyanyi Bono, yang bekerjasama dengan Geldof dalam sejumlah kampanye, dipuji sebagai pengganti yang memungkinkan bagi mantan presiden Bank Dunia James Wolfensohn.

Wolfowitz membahas masalah keamanan dan pembangunan dengan Bono dalam dua percakapan melalui telpon awal bulan ini. (*/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko