Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Coconut Treez Persembahkan Sebuah Konser Online Dengan Teknologi NFT Untuk Mendiang Steven Kaligis

Rabu, 01 Desember 2021 18:13 WIB
Coconut Treez Persembahkan Sebuah Konser Online Dengan Teknologi NFT Untuk Mendiang Steven Kaligis
Konser Langsamkan / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Bantayahall selaku platform konser online Indonesia pertama belum lama ini sukses menggelar konser ketiganya. Konser yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) itu dimaksudkan untuk mengenang dan menghormati almarhum Steven Kaligis yang merupakan eks vokalis dari Steven & Coconut Treez.

Konser yang dilaksanakan pada Hari Selasa (30/11) kemarin itu dimulai pukul 17.00 WIB dan berlangsung secara sederhana. Mengingat konsernya sendiri digelar secara virtual, penampilan dari para performer pun dapat disaksikan oleh penonton online di seluruh Indonesia.

Sederet musisi top pun meramaikan konser bertajuk Langsamkan itu, seperti Melanie Subono, Arie Dagienk, Ifan Seventeen, Iwa K, Ojan Sisitipsi, Kikan Coklat, Iwanouz dan Aponk The Ikan Bakar. Gelaran konser ini dipercaya akan jadi tonggak bagi Bantayahall ke depannya nanti.

1. Solusi Bagi Seniman Lokal

Gambar

CEO Bantaya Hall sekaligus Bassis Grup Band Coconut Treez Rival Himran menyatakan konser Hybrid ini menunjukkan lifestyle baru di era digital. Konsep ini juga bisa menjadi solusi bagi para musisi untuk tetap bisa mendapatkan pundi-pundi uang di era pandemi ini.

"Ini adalah solusi bagi banyak seniman lokal, Nasional dan Internasional. Harapan kami dengan platform bantaya ini seniman akan bisa berkarya dan mendapatkan hasilnya langsung dengan melakukan penjualan tiket," ungkap Rival.

2. Komitmen Bantayahall Untuk Bantu Para Seniman

Gambar

Bantayahall yang merupakan bagian dari Mitra Sangkara Abadi (MSA) pemilik token Crypto SANGKARA $MISA berkomitmen untuk membantu para seniman Indonesia membuatkan NFT (Non Fungible Token). Diharapkan dengan NFT, hasil karya para seniman Indonesia akan lebih dikenal dunia dan dihargai secara lebih dari sisi originalitas, kreativitas dan tentunya secara Materi juga mencukupi.

NFT dari para seniman ini sendiri akan dipasang pada market Place milik MSA di www.sangkaranft.com.

"Silakan mampir dan lihat-lihat dan jika tertarik bisa membeli dan mensupport para seniman Indonesia," ajak Rival.

3. Meninggalnya Steven Kaligis

Gambar

Duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Pasalnya vokalis dari grup band Steven & The Coconut Treez, Steven Nugraha Kaligis meninggal dunia.

Saat awal dikonfirmasi, manajer mengatakan bahwa Steven sempat terinfeksi Covid 19. Namun ternyata saat ditemui usai pemakaman sang vokalis, kabar itu langsung diluruskan oleh Putra, selaku manajer Steven & Coconut Treez.

"Intinya kita cuman mau klarifikasi yang sebenernya, sempat Covid 19 terus udah negatif Senin kemarin. Terus pas mau pulang ginjalnya kambuh dan akhirnya tadi pagi beliau menghembuskan nafas terakhir," ungkap Putra.

4. Sakit Gagal Ginjal

Dalam kesempatan yang sama, salah satu personel Steven & The Coconut Treez, Tege membenarkan bahwa Steven Kaligis meninggal karena sakitnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sahabatnya itu sudah menahan sakit selama 4 tahun lamanya.

"Innalillahi telah berpulang kawan kita, kerabat kita, vokalis handal saya juga, Stevan Anugrah Kaligis karena sakit memang. Jujur saja emang selama 4 tahun ini beliau menahan sakit," timpal Tege.

Tege pun mengungkapkan bahwa Steven Kaligis menderita penyakit ginjal dan sudah berobat ke mana-mana. Sakit yang diderita Steven pun juga sering kambuh ketika kondisinya drop sampai pada akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit.

"Beliau sakit gagal ginjal ya berobat dan mengikuti pengobatan. Cuman emang ada beberapa hal yang bikin keadaan dia drop, mungkin karena kecapekan masuk rumah sakit," lanjut tege.

5. Kondisi Nge-drop

Gambar

Sebelum menghembuskan napas terakhir, mendiang Steven sudah dinyatakan negatif Covid 19. Akan tetapi penyakit ginjalnya terlanjur merembet ke organ tubuh lainnya, hingga pada akhirnya Steven Nugraha Kaligis menghembuskan napas terakhirnya.

"Memang awalnya positif, cuma beberapa hari kemarin udah negatif. Tapi karena ginjalnya itu udah merenggut organ lain ya jadi drop lagi," ujar Tege.

"Senin itu udah negatif, karena ginjal makin parah dia nggak tahan lagi ya udah jalannya memang, semoga beliau tenang di sana. Minta doanya buat semuanya," tutup Tege.