d Masiv Terobsesi Bikin Lagu 'Easy Listening'

Anton | 30 Januari 2010, 21:08 WIB
d Masiv Terobsesi Bikin Lagu 'Easy Listening'
Kapanlagi.com - Album kedua d Masiv disebut oleh Ryan sebagai album perjuangan. Menurut vokalis d Masiv itu, walau pengerjaannya dalam suasana rileks dan in control, ternyata malah seperti dikejar-kejar setan. Bagaimana ceritanya?

"Di album ini (ada 14 lagu, Red), bisa kita bilang sebagai album perjuangan, malah kayak dikejar-kejar setan meski dalam pengerjaan dalam suasana rileks, in control. Soalnya dari proses pembuatan lagu, rekaman sangat penuh perjuangan. Kita lagi tur tapi masih bikin demo. Harusnya abis manggung kita istirahat, tapi masih kerja. 1 bulan libur cuma sehari, bikin lagu di bus. Alhamdulillah dari demo 14 lagu, semuanya diterima. Karena sedikit banyak udah tahu selera dari pihak Musica, yaitu Bu Acin," kata Ryan kepada KapanLagi.com, di sela launching album kedua berjudul PERJALANAN, di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Rabu (6/1).

Special for Telkomsel User
GRATIS NSP 'Rindu 1/2 Mati' dari d Masiv selama 7 hari

Kirim MASIV1 ke 1212

Ryan melanjutkan, album terbaru d Masiv tersebut, yang didukung oleh KapanLagi.com dan Telkomsel untuk penyediaan RBT itu, dari sisi musikalitas lebih berkembang dan memasukkan genre musik lain, seperti groove, blues, dll. Selain itu dari segi lirik lebih bervariasi, karena temanya tak seperti album pertama yang semua ceritanya dari pengalaman pribadi gue waktu masih sekolah, yaitu tentang cewek dan patah hati.

Pengen RBT d Masiv buat HPmu? Pilih di sini:

"Sekarang belajar dari sudut pandang orang lain, misalnya ada temen yang cerita. Mungkin karena pengalaman selama ini yang udah melihat banyak hal. Jadi tema lebih berwarna di album ini. Di album ini juga murni musiknya d Masiv, karena kita gak ngeliat musik siapapun," papar Ryan.

Untuk target pencapaian d Masiv dalam bermusik adalah agar para pencinta musik bisa menikmati lagu-lagu mereka tanpa harus berpikir alias easy listening. Hal itulah yang menjadi obsesi Ryan dkk saat ini dan untuk ke depannya.

"Kita ingin orang menikmati lagu tanpa harus berpikir, bisa dengerin dengan hati. Anak kecil aja dengerin bisa langsung hafal. Malah untuk lagu baru yang berjudul Rindu Setengah Mati, temanya sangat universal banget. Padahal ide awal aku nyiptain lagu itu karena saat tur sering ketinggalan sholat. Tapi ada anak yatim yang mengaku sangat terharu dengan lagu itu, karena rindu banget dengan orang tuanya yang sudah meninggal," pungkasnya.    (kpl/ato/bun)

Editor:  

Anton