Digaet Medina, Umi Pipik: Kalau Jadi Sebuah Syiar Kenapa Nggak?

Natanael Sepaya | 08 Mei 2015, 02:15 WIB
Digaet Medina, Umi Pipik: Kalau Jadi Sebuah Syiar Kenapa Nggak?

Kapanlagi.com - Bukan cuma memiliki iman yang kuat, Pipik Dian Irawati juga cukup baik dalam urusan mengolah vokal. Karena alasan itu, istri almarhum Uje ini langsung digaet oleh Sunu dan Ray untuk berkolaborasi bersama Medina.

"Kalau pilihannya Pipik, ini hasil musyawarah dengan produser, om Jana. Dicari yang memang cocok dengan lagu, suara bagus dan memenuhi syarat lah," ungkap Sunu vokalis Matta Band saat ditemui di acara rilis single Innallaha Ma'ana di Selebritis Coffee Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2015).

Meski ikut berkolaborasi untuk satu track saja, bukan berarti Pipik Dian Irawati cuma sekedar coba-coba. Perempuan yang akrab disapa Umi Pipik ini justru punya alasan lain mengapa ia menerima tawaran Sunu dan Ray Nineball.

Menemukan kecocokan, Umi Pipik siap sebarkan syiar bersama Medina ©KapanLagi.com/Hendra GunawanMenemukan kecocokan, Umi Pipik siap sebarkan syiar bersama Medina ©KapanLagi.com/Hendra Gunawan

"Satu lagu aja, baru ini dulu. ini baru pertama kali, kalo duet biasanya sama almarhum. Kalau ajakan dari Medina lagi, wani piro? Becanda. Kalau ini jadi sebuah syiar kita, kan beliau-beliau ini hijrah, jadi kalau sebuah syiar kenapa nggak?," ujar Umi Pipik.

Ray dan Sunu yang tergabung dalam Medina ini mengaku kalau mereka sangat menikmati bernyanyi bersama Umi Pipik. Hanya saja, Umi Pipik yang berharap lagu tersebut bisa diterima masyarakat, rupanya masih belum siap untuk menjadi penyanyi.

"Siap jadi penyanyi? Nggak lah. Ya semoga musiknya diterima masyarakat, senang mendengar. Di sosmed ada yang bilang lagi galau denger lagunya jadi tenang. Mudah-mudahan memang jadi penenang hati buat semuanya yang sedang diberikan ujian," tutup Umi Pipik.

Selain itu, lagu yang berjudul Innallaha Ma'ana itu sudah memasuki proses penggarapan video klip. Nah, kita tunggu saja bagaimana hasil perpaduan audio visual dari Medina dan Umi Pipik yang mengambil lokasi di Hongkong itu.

(kpl/hen/ntn)

Editor:   Natanael Sepaya