Electron 45, Band Baru Dengan 'Semangat Lawas'

Natanael Sepaya | 03 Maret 2015, 06:15 WIB
Electron 45, Band Baru Dengan 'Semangat Lawas'
Kapanlagi.com - Band yang beranggotakan Dirly (vokalis), Tyo Nugros (drummer), Dimas (keyboard), dan Romi (gitaris) ini memang masih baru di dunia musik tanah air. Walau begitu, mereka telah membuat gebrakan yang serius dengan video klip untuk single keduanya yang berjudul Takut Kehilanganmu.

Electron 45 itu sendiri mempunyai makna yang menarik. Electron dimaknai sebagai partikel yang kecil, tapi ketika dikumpulkan bersama, dapat menjadi massa yang berat dan kuat. Sedangkan 45 sendiri diambil dari kemerdekaan Indonesia, menjadi suatu masa yang kuat dengan semangat 45.

"Electron itu adalah partikel yang kecil, jika berkumpul bersama menjadi massa kuat. Kalau 45 adalah tahun kemerdekaan, dari semangat Indonesia. Suatu masa yang kuat berkumpul dengan semangat 45," Ujar Romi Electron 45 yang ditemui saat pembuatan video klip Takut Kehilanganmu, di Hystoria Cafe. Kota Tua, Jakarta, Senin (2/3).

Bagi Electron 45, berkarya dengan maksimal sudah membuat mereka cukup puas ©KapanLagi.com/Joanzen YokaBagi Electron 45, berkarya dengan maksimal sudah membuat mereka cukup puas ©KapanLagi.com/Joanzen Yoka

Selain itu, salah satu personil Electron 45 yang juga mantan drummer Dewa 19 ini nggak ambil pusing tentang persaingan industri musik saat ini. Baginya, berkarya dengan semaksimal mungkin dan berkreasi sudah cukup membuatnya puas.

"Sebetulnya, yang penting kita berkarya aja semaksimal mungkin. Kita  berkreasi, kita nggak terlalu mikirin persaingan. Misalkan label kita. Nggak butuh waktu lama buat dia suka sama lagu-lagu kita. Datang, suka, langsung kontrak," Lanjut Tyo Nugros yang ditemui pada saat yang sama.

Band yang mengusung gaya modern, pop, dan rock ini sudah merilis album yang berjudul CERITA HIDUP. Dalam album ini, ada 12 lagu, di mana 3 diantaranya merupakan lagu transisi. "12 lagu, tapi total 9 lagu. Iya, 3 lagu itu transisi, supaya atmosfer lagunya kebawa aja," Pungkas Tyo.

(kpl/yka/ntn)

Editor:  

Natanael Sepaya