Grammy Awards: Masih Relevan Atau Perlu Diragukan?

Natanael Sepaya | 03 Februari 2017, 14:22 WIB
Grammy Awards: Masih Relevan Atau Perlu Diragukan?

Kapanlagi.com - Dari sekian banyak ajang penganugerahan yang ada, Grammy Awards masih jadi malam terbesar di industri musik. Fakta yang sulit diubah oleh siapapun. Saya atau anda tentu akan dengan mudah menemukan alasan kenapa setiap peraih gelar Grammy Awards memang layak menerimanya.

Namun Eddie Vedder (Pearl Jam) dan Glen Hansard (The Frames) pernah mengatakan kalau ajang penganugerahan yang berbasis industrial ini sama sekali tidak berarti apapun. Penilaian yang berdasar catatan angka secara industri. Belum lagi selama beberapa tahun belakangan ini Grammy Awards mulai dipandang sebagai produk komersil dengan hasil yang dirasa kurang relevan.

Munculnya sederet sanggahan atas sejumlah kesalahan hingga artis yang over-rated dan terpilih menjadi pemenang kerap menghiasi ajang penganugerahan ini ketika digelar. Yang terbaru, absennya Kanye West, Justin Bieber, hingga Drake di Grammy Awards 2017.

Semua berawal ketika Frank Ocean memutuskan mundur dan tidak mendaftarkan albumnya di awal tahun ini untuk Grammy Awards 2017. Seperti dilansir dari TMZ, banyak yang menilai kalau album BLONDE layak untuk meraih Album of the Year.

Rangkaian tour di Eropa membuat Drake terpaksa absen dari gelaran 'Grammy Awards 2017' © AFPRangkaian tour di Eropa membuat Drake terpaksa absen dari gelaran 'Grammy Awards 2017' © AFP

Tapi Ocean sempat mengatakan kalau Grammy Awards seperti dinosaurus yang tidak merepresentasikan artis muda dan kalangan musisi kulit hitam yang memiliki kans kecil untuk bersaing di sana. Hal ini membuat saya menilik pembahasan Noisey mengenai beberapa kegagalan Kanye West di Grammy Awards. Meski tercatat meraih 8 nominasi dan 21 piala Grammy di masa lalu, nyatanya Kanye tak pernah bisa menang ketika berhadapan dengan musisi kulit putih.

Sebuah kalimat ambisius pun ia lontarkan lewat kamera MTV di tahun 2006. Ya, Kanye hanya meraih gelar untuk kategori rap dan harus menerima kalau LATE REGISTRATION kalah telak dari HOW TO DISMANTLE AN ATOMIC BOMB milik U2 sebagai Album of the Year.

Lompat ke tahun 2014, Kanye kembali meraih 2 nominasi. Meski sederet kritik menyatakan kalau mereka mencintai YEEZUS, hasil penjualan album hingga tiket tour untuk konser Kanye benar-benar di bawah rata-rata, jauh dari apa yang bisa ia raih pada album-album sebelumnya. Hasilnya, album YEEZUS jadi rilisan terbaik bagi para penikmatnya, bukan Grammy Awards.

Ambisi dan perasaan itu cukup wajar mengingat Kanye yang sebenarnya peduli dengan anak-anak muda yang akan melihat daftar para pemenang Grammy Awards di Wikipedia di masa mendatang. Sederet keputusan dan pilihan yang dianggapnya salah akan membuat anak-anak muda punya kemungkinan untuk percaya dengan hasil catatan dibandingkan kualitas sebuah rilisan.

Bukan hal baru jika Kanye West meragukan hasil pilihan dan keputusan pemenang 'Grammy Awards' © TPG ImagesBukan hal baru jika Kanye West meragukan hasil pilihan dan keputusan pemenang 'Grammy Awards' © TPG Images

"Aku tidak peduli dengan Grammy, aku cuma mau data statistik lebih akurat. Aku tidak ingin mereka menulis ulang sejarah di depan kami," ujar Kanye untuk interview New York Times sekitar tahun 2013 lalu.

Juga, beberapa waktu lalu Kanye memberikan statement yang cukup tegas atas rilisan Frank Ocean dan Grammy Awards. "Album yang paling sering aku dengarkan tahun ini adalah album Frank Ocean. Aku katakan pada kalian, jika albumnya (Frank Ocean) tidak masuk dalam kategori nominasi apapun, aku tidak akan hadir di Grammy, kita harus datang bersama untuk melawan setiap omong kosong," ujarnya seperti dilansir dari Mic.

Faktanya memang album BLONDE milik Ocean memuncaki sejumlah daftar chart end-of-year seperti Noisey, Time, Pigeons and Planes, Atlantic dan Mic. Jelas peluang untuk membawa pulang gelar tertinggi Grammy Awards terbuka lebar. Kalaupun gagal, tentu hal tersebut akan jadi pemicu lain untuk orang-orang meragukan penilaian serta keputusan pemenang Grammy Awards.

Namun Frank Ocean memilih mundur dan tidak mendaftarkan albumnya untuk bersaing dalam kategori nominasi apapun. Malah, absennya Ocean dari ajang penganugerahan itu pun disusul oleh Kanye West, Drake, dan Justin Bieber.

Justin Bieber merasa 'Grammy Awards' sudah tak lagi relevan untuk disimak © TPG ImagesJustin Bieber merasa 'Grammy Awards' sudah tak lagi relevan untuk disimak © TPG Images

Nah, bagaimana dengan Drake? Rapper yang meraih 8 nominasi ini tentu sangat diharapkan kehadirannya di gelaran Grammy Awards 2017, namun nyatanya ia harus menjalani rangkaian tour di Eropa. Well, cukup beralasan untuk absen dari Grammy Awards 2017. Lalu Justin Bieber?

Sedangkan dilansir dari Mic via TMZ, Biebs meraih sejumlah nominasi termasuk Album of the Year untuk PURPOSE dan lagu Love Yourself yang tercatat dalam Best Pop Solo Performance serta Song of the Year. Hanya saja Biebs memilih absen dari Grammy Awards karena ia menilai acara tersebut tak lagi relevan, terutama untuk para penyanyi muda.

Grammy Awards memang sering memberikan para musisi lawas dengan penghargaan yang besar. Tapi hal tersebut bukannya tidak mungkin dilakukan untuk menutupi kesalahan dalam pemilihan album-album terdahulu yang memang seharusnya layak untuk meraih penghargaan. Menariknya, para bintang muda dari ranah musik pop masih jadi yang paling bersinar. Taylor Swift meraih 10 gelar sebelum berusia 27, dan Justin Timberlake dengan 9 raihan yang dicapainya sebelum berusia 35 tahun. Di mana para musisi lawas dengan rilisan terbaiknya?

International Business Times sendiri mencatat sejumlah kesalahan dan pilihan yang keliru hingga memancing perdebatan dan sikap skeptis sejumlah musisi, penikmat serta pelaku musik. Lalu, apakah Grammy Awards memang masih menjadi acuan yang relevan terhadap sebuah gelar 'musisi terbaik' setiap tahunnya? Atau, justru orang-orang yang meragukan keputusan serta pilihan Grammy sulit mengakui kalau karya mereka mulai membosankan dan sulit memenuhi ekspektasi secara industri?

Perlu digarisbawahi juga kalau pada Grammy Awards 2017 ini Beyonce Knowles mendominasi 9 kategori nominasi major, termasuk Album of the Year. Jika kemenangan berhasil diraih, tentu hal ini akan mematahkan sikap skeptis para musisi atas hasil Grammy Awards yang dianggap kurang relevan.

(kpl/ntn)

Editor:   Natanael Sepaya