Jikustik:Tenang Dalam Stagnasi

Editor KapanLagi.com | 01 Desember 2005, 16:45 WIB
Kapanlagi.com - Tetap utuh selama 9 tahun merupakan suatu prestasi yang luar biasa bagi grup band semapan Jikustik. Kebersamaan mereka patut diacungi jempol. Mengalir seperti air dan selalu 'nrimo' jadi pegangan mereka. Hal tersebut tersirat ketika mereka mengalami stagnan.

"Stagnasi, sesuatu yang pasti pernah dialami oleh band manapun, tapi kita tetap tidak memaksakan sesuatu hal ketika kita mengalami hal tersebut, ujar Pongky, Rabu (30/11) sore, di F-bar.

"Terkadang stagnan bukan hal yang buruk, kita mengakui stangnan atau rada buntu, dan itu merupakan pengakuan, hal itu adalah kejujuran, sebuah kejujuran adalah hal yang mahal bagi kami," lanjut pentolan Jikustik.

Meluncurnya album KUMPULAN TERBAIK, dapat dikatakan sebagai jawaban atas sebuah stagnasi dalam kegiatan bermusik mereka. Album ini merupakan kumpulan dari trilogi album terdahulu, semacam sebuah fase pertama pencarian mereka dalam penelusuran not-not nada dalam pencapaian kualitas, saat mereka mengalami titik kebekuan.

"Bagi kami stagnan bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa, Jikustik adalah proyek life time, sampai kita mati, anak kita dapat menikmati," ungkap Pongky.

Pongky juga menepis kalau album ini merupakan jawaban adanya kabar bandnya akan bubar karena Icha akan bersolo karir.

"Fase terburuk dalam relationship Jikustik pada album ke-3 dan itu sudah lewat, kita tidak bisa membatasi seseorang untuk berkembang, karena itu sama saja dengan membunuhnya dan itu adalah masalah kecil bagi Jikustik," tampik suami Sophie Panggabean ini.

Bagi grup band yang dipunggawai Pongky (vocal/gitar), Icha (bass), Didit (gitar), Carlo (drum), Adit (keyboard), sebuah kemandekan tetap dihadapi dengan tenang tanpa grusa-grusu.

Prisip 'nrimo' dan sabar yang merupakan falsafah hidup Jawa menjadi senjata ampuh dalam menjaga eksistensi dan keharmonisan mereka. Bagi mereka melawan diri sendiri untuk mengatasi rasa malas berkarya merupakan hal yang paling berat daripada bersaing dengan grup lain.

Dan sudah sepatutnya jika mereka menutup trilogi pertamanya untuk membuka trilogi selanjutnya. Pada fase berikutnya inilah sesungguhnya Jikustik berniat membuktikan kalau pencarian mereka sampai pada point entry tertentu. (kl/ww)

Lihat Foto: Tenang dalam Stagnasi