Justin Bieber 'PURPOSE': Akhir Dari Fase Seorang Superstar?

Natanael Sepaya | 27 Oktober 2016, 11:22 WIB
Justin Bieber 'PURPOSE': Akhir Dari Fase Seorang Superstar?

Kapanlagi.com - Coba ingat lagi bagaimana sosok Justin Bieber di awal karirnya, bisa jadi kebanyakan orang lebih suka ketika ia masih menyanyikan lagu-lagu seperti Baby atau Eenie Meenie. Ya, rasanya sebagian dari kita memang lebih suka mengenang, bahkan terpaku pada hal-hal yang konservatif.

Saya sendiri bukan Beliebers, tapi ketika dia muncul dengan debut albumnya di tahun 2010, Bieber adalah tren baru dunia. Suaranya yang polos, skill dalam memainkan sejumlah instrumen musik, sikapnya sebagai seorang remaja kala itu membuatnya sebagai idola kaum Hawa di seluruh dunia. Terima kasih pada Scooter Braun dan Usher yang membuat Justin Bieber sebagai seorang superstar.

Saat itu, masih ada banyak sejumlah meet and greet yang digelar, sapaan ramah Justin, sampai teriakan dan jerit histeris para fans yang setidaknya masih bertahan sampai sekarang. Begitu juga dengan para musisi arus utama di 'sana' yang ingin mencicipi talenta musik dari remaja berparas imut itu.

Justin Bieber di awal karirnya, tren dunia yang mempesona hati para kaum Hawa © SplashnewsJustin Bieber di awal karirnya, tren dunia yang mempesona hati para kaum Hawa © Splashnews

Sebut saja nama seperti Usher, Ludacris, sampai Kanye West yang pernah membuktikan talenta yang dimiliki seorang Justin Bieber. Tapi ketika BELIEVE dirilis di tahun 2012, semua pesona serta imej baik Justin Bieber berubah drastis. Hidupnya sebagai seorang selebriti papan atas Hollywood di usia muda hingga kisah cintanya dengan beberapa wanita dan putus - nyambung bersama Selena Gomez membuat imej Justin yang polos sekaligus ramah pun menguap.

Kalau boleh membandingkan, bisa dibilang Justin Bieber tengah mengalami masa seperti Miley Cyrus yang menemukan jati dirinya dan melepaskan diri dari imej seorang gadis baik Hannah Montana, menjadi Wrecking Ball Girl. Seolah tak peduli apa komentar orang-orang, kedua sosok ini tengah menjalani hal yang memang ingin mereka lakukan. Bedanya, Justin masih tetap konsisten melangkah di industri musik.

Semua fase yang pernah dijalani Justin Bieber sebagai seorang superstar dunia itu terangkum dalam album PURPOSE. Lebih banyak bermain dengan unsur dance music hingga akustik, album ini menawarkan sejumlah nuansa berbeda di setiap lagunya. Hebatnya lagi, 3 tahun vakum sama sekali tak membuat Justin kehilangan intuisinya dalam bermusik. Siapa yang bisa menolak lagu seperti Love Yourself?

'BELIVE', seakan jadi akhir dari Justin Bieber dengan imejnya yang ramah © 'BELIVE', seakan jadi akhir dari Justin Bieber dengan imejnya yang ramah ©

Lebih tenang, selektif dalam mengajak kolaborator, Justin Bieber kembali berinovasi. Kesan ini semakin kuat dengan sikapnya, yang menurut para Beliebers terlalu keras. Menolak foto bersama, menyebut para fans membosankan, sampai meninggalkan panggung di tengah penampilannya hanya karena penonton yang terus berteriak dan sama sekali tak menggubris omongannya.

Kalau menilik pesonanya sebagai seorang penyanyi, Justin Bieber tetap lah seorang superstar. Tapi ketika melihat sikapnya yang lebih tenang dan tegas, JB Boy kini tengah menuju titik untuk menjadi seorang musisi. Bukan cuma sekedar album yang sell out, Justin sengaja menyuntikkan hal-hal positif ke dalam album PURPOSE untuk para fans melihat dirinya sendiri dengan hal-hal kecil di sekitarnya.

Saya rasa ini salah satu alasan kenapa Justin Bieber bosan dan meninggalkan fans ketika dia sedang berbicara di atas panggung. Pulang dengan rasa senang saja tak cukup baginya, para pendengar harus membawa sesuatu yang positif dalam hidupnya. Karena hal yang dilakukan seorang musisi adalah menempatkan ide serta semua emosionalnya ke dalam setiap nada maupun baris kata dalam sebuah karya.

Lebih tenang dan sedikit arogan, Justin Bieber tengah melangkah untuk menjadi seorang musisi © TPG ImagesLebih tenang dan sedikit arogan, Justin Bieber tengah melangkah untuk menjadi seorang musisi © TPG Images

Memang terlalu dini untuk menyimpulkan perubahan Justin Bieber saat ini, tapi setidaknya inilah yang tengah dilakukan What Do You Mean hit maker tersebut melalui album PURPOSE. Apa Justin Bieber masih seorang superstar? Ya dan tidak, karena ia tengah menjajaki fase untuk menjadi seorang musisi. Bagaimana menurut kalian?

(kpl/ntn)

Editor:  

Natanael Sepaya