Kenang Masa Lalu, Melly Goeslaw Tinggal Kedip Sudah Dapat Rumah dan Mobil Baru

Guntur Merdekawan   | Kamis, 23 Januari 2020 16:22 WIB
Kenang Masa Lalu, Melly Goeslaw Tinggal Kedip Sudah Dapat Rumah dan Mobil Baru

Kapanlagi.com - Sebagai salah satu musisi senior, Melly Goeslaw turut menyoroti kondisi industri musik Tanah Air yang saat ini sedang lesu. Meski sudah banyak platform digital yang tersedia, namun penghasilan musisi zaman sekarang tak bisa sebesar eranya dulu.

Seperti dikethaui, Melly adalah seorang hit-maker yang sangat populer. Lagu-lagu ciptaannya hingga saat ini masih begitu melegenda, sebut saja Jika, Ada Apa Dengan Cinta?, Tegar, Menghitung Hari dan masih banyak lainnya.

"Sekarang pendapatan dari ring back tone kecil banget. Platform digital apalagi. Yang masih bisa diandalkan tinggal YouTube dan karaoke, tapi tidak sebesar yang dibayangkan," ungkap Melly dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com baru-baru ini.

 

1 dari 2 halaman

1. Kedip Jadi Rumah dan Mobil Baru

Pada masa kejayaannya, Melly tak pernah kesulitan dalam hal mencari pundi-pundi uang. Karya-karyanya selalu laris manis di pasaran, bahkan dipakai untuk soundtrack dari berbagai judul film layar lebar. Tak heran jika Ia akhirnya sampai dapat julukan Ratu Soundtrack.

"Tahun paling bersinar bagi saya, saat ring back tone meledak. Itu era lagu Jika, Gantung, hingga Ketika Cinta Bertasbih. Ibaratnya saya tinggal kedip, jadi rumah dan mobil baru," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Kesuksesan Album MELLY

Kesuksesan Album MELLY Melly Goeslaw © KapanLagi/Daniel Kampua
Melly Goeslaw menyebut, kebanyakan grup musik yang sudah eksis seperti Potret atau Gigi bikin album hanya untuk memperpanjang eksistensi. Namun pendapatan utama mereka tetap dari pertunjukan off-air di berbagai kota. Dulu, dari penjualan kaset dan CD saja, seorang musisi sudah bisa makmur.

"Zaman itu, sambil kedip mata saja rumah dan mobil bisa terbeli. Apalagi zaman album MELLY, toko-toko kaset sampai pasang pengumuman album MELLY habis. Sangat gokil," beber musisi kelahiran Jakarta, 7 Januari 1974.

(lip/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑