Kisah Caffeine Pernah Terima Surat Dengan Tinta Darah

Girindra Permana Cahya | 05 April 2016, 17:22 WIB
Kisah Caffeine Pernah Terima Surat Dengan Tinta Darah

Kapanlagi.com - Bicara soal fans dan idola tentunya setiap sosok publik figur punya cerita tersendiri. Seperti band pop, Caffeine yang pernah mencicipi nikmatnya berada karir saat berada di atas.

Menapaki ketenaran di industri musik kira-kira pada tahun 2000 setelah merilis album HIJAU, Caffeine tentunya merasakan berbagai macam perlakuan fans. Dan banyak cerita menarik dari mereka.

"Kami sih kalau penonton nyanyi bareng aja udah seneng banget. Apalagi banyak juga yang nyerbu kami buat nyubit. Dulu sempet sebulan kami gak berhenti manggung. Itu jadi pengalaman. Dulu banyak juga penonton yang lempar boneka ke panggung saat perform," ujar Rudy sang vokalis saat Caffeine berkunjung ke Kantor Redaksi KapanLagi.com®, Senin (4/4).

Belum dimudahkan dengan akses internet, tak ada sosial media dan e-mail, Caffeine sempat menerima ribuan surat dari para fansnya. "Kalau dulu kami balesin surat sama kartu pos fans. Kalau misalnya beli baju pakai wesel bayarnya," kenang Daniel.

Yang paling diingat oleh Rudy adalah saat salah satu fans mereka mengirimkan surat kepada mantan personel Caffeine yang telah meninggal dunia, Danny. Sebuah surat ditulis dengan darah tertulis dalam kertas untuk-nya.

Caffeine pernah menerima surat dengan tinta dari darah © Kapanlagi.com®/Bayu HerdiantoCaffeine pernah menerima surat dengan tinta dari darah © Kapanlagi.com®/Bayu Herdianto

"Jadi dulu ada yang ngefans sama personil kami almarhum Danny. Trus fans itu kasih surat yang tulisannya di surat itu pakai darah fans itu sendiri," ungkap Rudy tentang pengalaman paling tak terlupakan Caffeine.

Beni sang gitaris mengatakan bahwa sabar harus menjadi hal utama saat menghadapi fans. Mereka pun sering kali saling telepon dengan Cafe Mate, nama fans base Caffeine.

"Ya mungkin memang itu kuncinya. Waktu di Wonosobo dua tahun lalu pas kami tiba di hotel tiba-tiba ada fans yang bawa kliping foto-foto kami tahun 2000an. Merinding pas turun bis melihat fans yang seperti itu," cerita Beni soal kedekatan Caffeine dengan fans.

"Caffeine dengan perjalanan 20 tahun Alhamdulilah udah dapet banyak pengalaman dan semua kami udah kami rasakan," pungkas sang bassist, Alamsyah.

(kpl/pur/otx)

Reporter:   Mathias Purwanto.