Konser Terakhir Bersama Nidji, Giring Tampil Spektakuler Bercampur Haru

Galuh Esti Nugraini | Minggu, 10 Februari 2019 14:10 WIB
Konser Terakhir Bersama Nidji, Giring Tampil Spektakuler Bercampur Haru

Kapanlagi.com - Sudah bulat keputusan Giring Ganesha untuk undur diri sebagai vokalis Nidji. Ubay, sang vokalis baru juga sudah diperkenalkan dan siap melanjutkan perjalanannya.

Plenary Hall Jakarta Convention Center pada Jumat (8/2) malam telah menjadi saksi salah satu konser terbaik Nidji. Selain penuh emosional, Giring yang sudah satu tahun tidak manggung bersama Nidji akhirnya kembali!

Giring langsung menghentak dengan lagu pertama milik The Killers, yap Mr. Brightside. Penonton pun sontak teriak kegirangan. Sama seperti biasanya, penampilan Giring tetap enerjik.

Terlebih, energinya terasa jauh lebih besar. Maklum, sudah sekitar 400 hari Giring baru kembali manggung bersama Nidji. "Kami Nidji yang vakum satu tahun, kami kembali. Mari kita lompat!"

Keseruan terus meroket seraya satu lagu ikonik lanjut dibawakan. Hapus Aku kian menambah semangat penonton untuk terus-menerus melompat.

 

 

 

 

1 dari 3 halaman

1. Panggung Terakhir Giring

Panggung Terakhir Giring Nidji bersama vokalis baru (Credit: KapanLagi - Nurwahyunan)
Menjadi panggung terakhir baginya, Giring sepertinya ingin melampiaskan emosi dan menampilkan yang terbaik. Sebelum masuk lagu ketiga, sebuah cuplikan video kenangan yang tertulis tahun 2002, tahun band ini terbangun, ditampilkan.

Emosi memuncak ketika Giring menyanyikan Kau dan Aku. Belum sampai lagu usai, pria berusia 35 tahun tersebut nampak menitihkan air mata.

Pada penghujung lagu, masih di nada yang sama, Giring memasukkan lirik baru dalam lagunya. Sang vokalis yang memutuskan fokus di bidang politik ini seperti berjanji akan kembali bernyanyi bersama Nidji di kemudian hari.

"Sudah saatnya aku melambaikan tanganku. Tapi pasti aku akan reunian lagi dengan Nidji. Untuk Ariel, Randy, Rama, Andro, Adri, terima kasih atas cinta kalian. Untuk Nidjiholic, terima kasih telah menemani perjalanan Nidji sejauh ini. Terima kasih!" ucap Giring menunjukkan kesungguhan.

2 dari 3 halaman

2. Suasana Haru

Suasana perpisahan seketika tercipta kala itu. Lagu Sudah yang memiliki lirik identik dengan perpisahan langsung dimainkan. Sesekali Giring menunjukkan gaya khasnya saat bernyanyi, membuat penonton senang campur sedih karena akan butuh waktu yang lama untuk melihatnya melakukan hal yang sama di atas panggung.

Beberapa lagu hitsnya, seperti Bila Aku Jatuh CintaArti Sahabat, dan Di Atas Awan juga turut dibawakan. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat dan rasanya klimaks baru mencapai puncaknya ketika Biarlah dimainkan.

3 dari 3 halaman

3. Pecah

Pecah Giring fokuskan diri di dunia politik © KapanLagi.com/Adrian Utama Putra
Bukannya berkurang, area penonton depan panggung pun tanpa disadari semakin penuh. Berdatangan dari dua panggung lainnya (di waktu yang sama Padi dan Pure Saturday tampil), mereka sepertinya tidak mau ketinggalan penampilan terakhir Giring bersama Nidji.

Setelah sekitar ribuan penonton berkumpul, bisa bayangkan apa yang terjadi jika Disco Lazy Time dimainkan dan dipandu langsung oleh Giring. Yap benar, pecah! Mereka melompat sambil mengangkat kedua tangan dan bernyanyi bersama-sama!

Giring menutup konser terakhirnya bersama Nidji dengan manis. Usai membawakan lagu Laskar Pelangi, Giring secara simbolis menyerahkan mic kepada Ubay. Penampilan sarat emosi dan energi ini usai pukul setengah 1 dini hari.

(kpl/apt/gen)


↑