Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Kontrak Taylor Swift dan Label Big Machine Segera Berakhir!

Natanael Sepaya   | Selasa, 28 Agustus 2018 11:22 WIB
Kontrak Taylor Swift dan Label Big Machine Segera Berakhir!
Taylor Swift © Splashnews

Kapanlagi.com - Pada saat tahun 2006 silam Taylor Swift memulai langkahnya di industri musik dengan merilis album debut self-titled di bawah naungan Big Machine Label Group. Seiring dengan sukses yang terus datang dan waktu yang berlalu, Taylor Swift pun terus menjalani karir musiknya bersama Big Machine.

Bahkan sampai hari ini Taylor Swift sendiri sudah berhasil menjual sebanyak 32 juta keping kopi album di Amerika, terutama sejak ia dan Big Machine menjadi pasangan yang tak terpisahkan. Hanya saja waktu antara Taylor Swift dan label yang selama ini menaunginya pun mulai menipis.

Seperti dilansir dari Hollywood Reporter, saat ini Taylor Swift masih terikat kontrak dengan Big Machine setelah terakhirnya merilis album REPUTATION pada November tahun lalu. Hal tersebut juga berarti kontrak Taylor Swift dan Big Machine akan segera berakhir di bulan November.

1. Isu Kepemilikan Sampai Kepuasan Dalam Bermusik

Gambar

Menurut laporan dari sejumlah sumber yang ada, saat ini Big Machine berusaha keras untuk kembali menggandeng Taylor Swift sebagai roster terbesarnya. Hanya saja ada seorang sumber yang mengatakan kalau sekarang ini pun Taylor Swift tengah meraih label lain untuknya bernaung sekaligus merilis rilisan penuh berikutnya.

Selain itu ada juga isu yang mengatakan kalau saat ini Taylor Swift sebenarnya bukan mementingkan seberapa besar nilai kontrak yang akan ia terima dari Big Machine. Menurut beberapa sumber lain, kepemilikan, jadi hal utama yang sedang dipermasalahkan Shake It Off hit maker tersebut.

Sedangkan di sisi lain, ada pula sumber dalam yang mengatakan kalau Taylor Swift sudah terlalu lama bernaung di bawah bendera Big Machine dan pindah ke label yang lebih bisa memberikan kepuasannya dalam bermusik adalah hal yang dicari. Lalu, apakah Tay Tay benar-benar akan hengkang dari label yang menaunginya sejak berusia 16 tahun? Tidak ada yang tahu.

2. Taylor Swift Catat Tour Dengan Pendapatan Tertinggi di US

Gambar

Tidak heran kalau Big Machine berusaha keras untuk menggandeng Taylor Swift kembali. Lebih dari sekedar penyanyi, Taylor Swift seolah menjadi mesin sekaligus magnet uang yang selalu bisa mendatangkan keuntungan besar untuk rekan bisnisnya.

Hal tersebut pun kembali terlihat dalam rangkaian tour Amerika yang ia mulai sejak tanggal 18 Mei 2018 lalu. Menariknya baru-baru ini Taylor Swift pun berhasil mencatat pencapaian baru, di mana tournya jadi rangkaian yang berhasil mendapat pendapatan tertinggi yang pernah dilakukan oleh perempuan di Amerika.

Seperti dilansir dari Billboard, tour Taylor Swift dalam mempromosikan album REPUTATION ini sukses meraup keuntungan kotor sebesar US$ 191,1 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun lebih. Bukan cuma itu saja, pelantun Look What You Made Me Do itu juga berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang sendiri olehnya.

3. Pencapaian Besar di Tengah Ketatnya Persaingan Industri Musik

Gambar

Yap, sebelumnya Taylor Swift sendiri sudah meraih pencapaian yang sama lewat 1998 World Tour di tahun 2015. Pada saat itu, Tay Tay berhasil mencatatkan keuntungan kotor sebesar US$ 181,5 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Tentunya ini menjadi pencapaian besar bagi Taylor Swift di tengah persaingan ketat industri musik saat ini.

Selama Reputation Tour, Taylor Swift sendiri tercatat menghasilkan keuntungan kotor sebesar US$ 7 juta (sekitar Rp 102 miliar) di setiap show yang saat ini sudah terlaksana sebanyak 27 kali. Selain karena hype album dan fans serta penikmat musik, rangkaian Taylor Swift sendiri memiliki daya tarik tersendiri karena sempat dibuka oleh Camila Cabello dan Charli XCX sebagai supporting act.

Saat ini masih tersisa 11 titik rangkaian tour di Amerika yang harus dijalani oleh Taylor Swift. Ini berarti Taylor Swift masih memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundinya hingga akhir tahun.

Editor:   Natanael Sepaya