ADVERTORIAL

Lebih Dekat dengan Manjakani, Potret Musisi Daerah yang Sukses di Panggung Nasional

Wuri Anggarini | 23 Mei 2019, 10:35 WIB
Lebih Dekat dengan Manjakani, Potret Musisi Daerah yang Sukses di Panggung Nasional

Kapanlagi.com - Muhammad Taufan Eka Prasetya (Taufan) dan Nabilla Syafani (Nabilla) amat layak menjadi role model milenial yang ingin terjun di belantika musik Indonesia. Berbekal semangat dan kepercayaan diri dalam bermusik, muda-mudi asal Pontianak yang tergabung dalam duo folk bernama Manjakani tersebut sukses menembus panggung nasional. Tengok yuk bagaimana perjalanan keduanya yang inspiratif dalam mengikuti kata hati dan memperjuangkan impian!

Perjuangan Awal Manjakani

Berawal dari pertemuan di sebuah kampus seni di Pontianak, Taufan dan Nabilla menjalin kisah asmara di tahun 2014. Setahun berjalan, keduanya menyadari jika keduanya sama-sama memiliki kecintaan luar biasa terhadap musik. Ini pula yang kemudian melecut mereka untuk membuat duo dengan format 1 gitar 1 vokal dan membawakan lagu cover. Sebuah acara sederhana yang diadakan oleh teman-teman terdekat di kampus menjadi pertama kalinya keduanya tampil di hadapan publik dengan nama panggung ‘Taufan dan Nabilla'.

Dalam proses yang dilewati keduanya, kecintaan terhadap musik makin tumbuh. Meski berasal dari sebuah kota yang jauh dari gemerlap ibu kota, tapi semangat Taufan dan Nabilla tak pernah sekali pun surut. Sebagai bukti, di tahun 2015 dua sejoli yang punya ambisi tinggi dalam bermusik itu melepas karya perdana berjudul Asmaraweda dengan menggunakan nama baru yaitu Manjakani.

Merilis Karya Perdana, Asmaraweda

Single Asmaraweda menjadi penanda Manjakani hadir mewarnai belantika musik Indonesia dengan format baru, yaitu 2 vokal dan 2 gitar. Tanpa disangka ternyata musik yang dipersembahkan Manjakani memperoleh banyak apresiasi. Kegigihan, semangat tak kenal lelah, serta ambisi Taufan dan Nabilla  berbuah manis saat keduanya berhasil tampil di panggung-panggung musik berskala nasional. Misalnya, Folk Musik Festival di Malang, Jogja Migunani di Yogyakarta, Pesta Warna Semarang, Soundrenaline GWK Bali, Bima Day di Bandung, Synchronize Festival, Archipelago Festival, dan Sound Of 3 (SO3) di Jakarta.

Sound Of 3 Jadi Gerbang Pembuka Karier

Namun bagi keduanya, panggung SO3 menjelma jadi pengalaman paling mengesankan, di mana Manjakani memperoleh kesempatan berharga tampil bareng musisi-musisi  berbakat. Selain itu, Taufan dan Nabilla pun sempat menjalin komunikasi intensif di belakang panggung. Berkat event tersebut pula Manjakani mampu menjalin kolaborasi dengan banyak sekali sosok hebat saat proses rekaman dan pembuatan video klip. Musik mereka juga makin tersebarluaskan melalui media RBT dan Youtube SO3.

Untuk diketahui, Sound Of 3 (SO3) merupakan pentas musik yang inovatif karena menghadirkan penampilan musisi kenamaan tanah air dengan konsep unik. Konser musik prestisius yang menjadi wadah bagi Manjakani untuk melebarkan sayap ini mengusung konsep electrical forest pertama di Indonesia. Penonton yang hadir ke sini dijamin bakal terpesona berkat ambience suasana hutan menyala yang makin meriah berkat penampilan kolaborasi dari musisi papan atas Indonesia.

Sound Of 3 (SO3) sendiri diawali dengan pencarian musisi berbakat di 13 kota : Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Jakarta, Serang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Malang, Denpasar pada pertengahan Mei 2017. Dari proses audisi tersebut, Manjakani terpilih sebagai salah satu dari empat grup terbaik yang berhak tampil di Konser Sound of 3 di Jakarta dan Malang.

Kemudian 10 besar lain yang juga terpilih memperoleh privilege untuk masuk ke album digital Tri yang penggarapannya dilakukan secara live recording di bawah supervisi dari Elwin Hendrijanto, komposer musik Indonesia dengan reputasi global. Selain itu, mereka juga dibuatkan video klip pendukung dan karya-karya original mereka disediakan di aplikasi bima+.

Berbekal mimpi dan ambisi, Sound Of 3 merupakan gerbang bagi Manjakani untuk melompat lebih tinggi dan menjadi grup musik kebanggaan negeri. Sama seperti Taufan dan Nabilla, saat dihadapkan pada tantangan yang besar, jawab #SiapaTakut?

 

(adv/zki)

Reporter:  

Zaki Mursidan Baldan

TOPIK TERKAIT