LIPI Gaet 14 Grup Band Bikin Album Kompilasi

Anton | 01 April 2008, 20:01 WIB
Kapanlagi.com - Sebanyak 14 kelompok musik, bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menyusun album kompilasi siaga bencana Selamatkan Bumi, Juga Nyawa.

"Kalau LIPI sendiri yang mensosialisasikan perlunya kesiapsiagaan bencana kurang bisa meluas dan menyentuh ke berbagai kalangan masyarakat, jadi kami butuh bantuan musisi," kata Deputi bidang Ilmu Kebumian LIPI Dr Herry Harjono di sela Penandatanganan Kerjasama antara LIPI dan 14 band dilakukan di Gedung Coremap, Cikini, Jakarta, Selasa (1/4).

Ke-14 band tersebut yakni Naif, Samsons, Netral, Mocca, Franky Sahilatua, White Shoes, Efek Rumah Kaca, 70'OC, Navicula, The Upstairs, St Loco, Buset, Ronaldisko, dan NGM.

Herry mengingatkan bagaimana masyarakat Simeuleu memiliki kearifan lokal berupa lagu-lagu penyelamatan diri dari bencana tsunami yang dinyanyikan secara turun-temurun, sehingga ketika terjadi tsunami pada akhir 2004 masyarakat Simeuleu termasuk yang terhindar dari bencana itu.

"Kami berharap album kompilasi ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa alam kita rawan bencana sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan. Selain itu, saya juga mengingatkan bencana tidak saja datang dari alam tetapi juga dari perilaku yang bisa menimbulkan bencana seperti membuang sampah sembarangan dan menyebabkan banjir. Perilaku penyebab bencana ini juga harus diubah, itu bisa dari lagu," katanya.

Sementara itu, Kapulit Oseonografi, Dr Suharsono, yang mewakili LIPI dalam penandatanganan kerjasama tersebut mengatakan, untuk target awal pihaknya akan memproduksi dan meluncurkan 5.000 keping CD yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Menurut dia, LIPI menyediakan dana sangat minim, Rp50 juta, untuk kepentingan peluncuran album kompilasi tersebut. "Kami berterimakasih kepada para musisi ini karena mereka bersedia mencipta lagu hingga menyanyikannya secara sukarela untuk kepentingan siaga bencana ini," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Naif Cipta Kreatif, Fajar Indra Taruna atau sering dipanggil Jarwo, mengatakan, minimal dua bulan lagi album kompilasi Siaga Bencana yang terdiri dari 14 lagu ini diluncurkan.

"Materinya dibebaskan kepada seluruh band yang ikut dalam album kompilasi ini, yang penting bahasanya di seputar bencana. Sedangkan produksinya dilakukan oleh LIPI, kita ingin bantu mensosialisasikan perlunya pengetahuan tentang bencana kepada masyarakat," kata Jarwo Naif yang memiliki ide awal kerjasama dengan LIPI ini.

Pepeng Naif menambahkan, ide pembuatan album tersebut sebenarnya sudah ada sejak dua tahun lalu namun baru terealisasi tahun ini. Pembuatan album itu pula ingin

dijadikan Naif untuk menyampaikan pesan bahwa dibalik keindahan alam ternyata tersembunyi bencana-bencana.

"Sebetulnya banyak ide waktu itu tapi bingung mau dibawa ke mana. Eh, akhirnya LIPI menerima. Ya, jadi seperti orang baru jadian pacaran. Kita juga ingin mengingatkan bahwa tempat kita tinggal rawan bencana. Mudah-mudahan masyarakat tergerak setelah mendengar lagu-lagu ini," terangnya sambil tersenyum.

Sejak 2005, Naif sudah mengkreasikan sejumlah kalimat siaga bencana gempa yang telah dinyanyikan sekitar 30 ribu siswa sekolah di berbagai wilayah seperti Aceh, Yogya, Klaten, dan Anyer. (*/opa/bun)

Editor:  

Anton