Menurunnya Musik Indonesia Andi Rif Salahkan Pendengar

Fajar Adhityo | 17 September 2010, 15:45 WIB
Menurunnya Musik Indonesia Andi Rif Salahkan Pendengar
Kapanlagi.com - Andi Rif menyayangkan perkembangan musik Indonesia saat ini yang hanya berisi khayalan serta janji yang tidak jelas kemana arahnya. Dia juga melihat di Amerika perkembangan musik saat ini standar. Andi ingin ada band yang liriknya bisa membekas selamanya.

"Saya menyayangkan, karena musik dahulu tuh berbeda bukan seperti musik sekarang yang isinya khayalan-khayalan yang janji-janji yang tidak jelas juntrungannya mau kemana. Musik sekarang itu ya muter-muter aja, di Amerika pun kalo kita perhatikan sekarang yang muncul juga itu-itu aja, yang ecek-ecek aja. Saya sebagai pendengar lama juga ingin musik sekarang ada band-band semacam Pearl Jam, U2, yang liriknya sampe sekarang begitu membekas, dan kita Rif kita ingin seperti itu," ujarnya saat ditemui di RCTI, Jumat (17/9).

Andi juga merasa prihatin dengan suguhan warna musik yang monoton yang sifatnya hanya menghibur tanpa ada tema-tema sosial.

"Nah itulah, makanya banjir-banjirnya nggak selesai-selesai kan, alamnya makin rusak karena manusianya yang disodorin lagu dan lirik musik yang itu-itu aja, karena musiknya hanya untuk menghibur bukan atas keresahan sosial. Nggak dapet apa-apa," kata vokalis yang juga pernah berakting di film GERBANG 13.

Musisi yang pernah menjadi duta Pangandaran ini menyalahkan kualitas pendengar musiknya yang menurun. Oleh karena itu industri musik hanya mendukung dengan cara menjual musik yang sekiranya laku di pasaran.

"Yang salah kualitas manusia Indonesianya sendiri, kalo saya bilang kualitasnya menurun, dan mereka, industri kan hanya menjual yang laku, musik yang gampang untuk sekarang ini. Yang salah bukan musisinya dan industrinya, tapi ya kualitas pendengar musik dan manusianya," paparnya.

Andy juga memberikan saran solusi agar musisi Indonesia membuat suatu karya yang berkualitas tanpa memikirkan popularitas dulu agar bisa bertahan.

"Industrinya memang hebat, terbukti banyak muncul band-band baru tapi ya yang saya rasain kualitasnya, kita bermusik mencari kepopuleran tapi kualitas, jangan berfikir mencari popularitas dulu, kalo segera populer sangat gampang, tapi masalahnya bisa bertahan nggak, kan gitu. Ya berarti kita harus bikin yang berkualitas, zaman sekarang band yang baru dibentuk 5 bulan udah pengen terkenal beda banget sama kita yang dulu itu digodok banget dan melewati proses yang tidak mudah," tandasnya.  (kpl/dis/faj)

Editor:  

Fajar Adhityo