Ozomatli - Slank Pukau Penonton di Palembang

Erlin | 01 April 2008, 12:26 WIB
Kapanlagi.com - Konser amal perpaduan dua band ternama Ojomati dari Amerika Serikat dengan band nasional Slank yang berlangsung di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Senin malam mampu memukau ribuan penonton.

Penampilan personel kedua band legendaris dari negeri Paman Sam dengan band nasional Slank atas prakarsa konsul Amerika Serikat untuk Indonesia berkedudukan di Medan, Sumatera Utara itu agaknya mampu menghibur warga Palembang termasuk Gubernur Sumsel, H. Syahrial Oesman yang berkesempatan menyaksikan.

Menurut, Sean B.Stein, konsul AS yang berkedudukan di Medan itu, sehari sebelum diadakan konser amal personil Ozomatli atau dikenal penggemar di Indonesia sebutan Ojomati mendapat kesempatan mengunjungi perkampungan "Kapitan" di tepian Sungai Musi sekaligus menghibur warga setempat.

"Saya menilai, Palembang kota tidak ada duanya di Indonesia paling layak untuk dikunjungi para wisatawan, karena di samping terkenal makanan khas "pempek", juga banyak menu khas seperti pindang sangat lezat dan nikmat disantap," katanya.

"Melalui konser amal ini, setelah kami pulang ke Amerika akan berbuat banyak mempromosikan berbagai potensi termasuk potensi obyek wisata di kota ini dalam upaya membantu pemerintah menyukseskan program "Visit Musi 2008", tambahnya.

Personil Ozomatli itu masing-masing Willy Wil, Asdru Sierra, Justin "El nino" Poree, Jiro Yamaguchi, Paul "El Bully" Pacheco, Chris Cano, Sheffer Bruton, Ulises Bella, dan Tri Hardson, serta personel Slank antara lain Bimbim, Kaka, Ridho, dan Abdi.

Pantauan di lokasi berlangsungnya konser amal, tampak pelataran BKB menjadi "lautan" manusia, terutama muda-mudi menyaksikan penampilan personil kedua band terkenal itu.

Sementara, suasana lautan manusia itu agaknya membawa berkah bagi beberapa kelompok warga yakni pedagang asongan dan juru parkir musiman.

Para pedagang asongan, agaknya telah terbiasa setiap ada keramaian di BKB selalu dimanfaatkan untuk meraih rezeki dengan menyediakan aneka makanan dan minuman ringan, kata Ny. Lihin, pedagang asongan di kawasan BKB.

Menurut dia, dari hasil menjual aneka makanan dan minuman ringan ini bisa meraih pendapatan antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap ada keramaian.

"Pendapatan dari jasa juru parkir ini sebenarnya lumayan besar, namun karena harus menyetor kepada pihak tertentu, tetap saja bisa membawa pulang uang antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu setiap ada kegiatan termasuk konser," kata salah seorang juru parkir di BKB. (*/erl)

Editor:  

Erlin