Pongki Barata Beberkan Alasan Keluar dan Putus Komunikasi dengan Jikustik

Guntur Merdekawan | Selasa, 12 Februari 2019 22:15 WIB
Pongki Barata Beberkan Alasan Keluar dan Putus Komunikasi dengan Jikustik

Kapanlagi.com - Musisi Pongki Barata sempat menjadi vokalis grup band Jikustik. Namun pada tahun 2010, Pongki memutuskan vakum dari band yang terbentuk sejak tahun 1996 itu.

Banyak hal yang membuat Pongki vakum dan akhirnya keluar dari Jikustik. Salah satu alasan utamanya adalah karena ide-ide yang dia tuangkan selalu dimentahkan oleh personel Jikustik lainnya.

"Saya mulanya itu vakum, tidak keluar. Tapi sampai tahun 2011 tidak diapa-apain sama mereka. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dengan mengirimkan email, tidak ketemu. Sejak saat itu saya tidak komunikasi lagi. Mungkin hanya di IG like-like doang," ujar Pongki ketika ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Selain ide, permasalahan Jikustik dan Pongki adalah jarak dengan personel lainnya. Pongki satu-satunya personel Jikustik yang tinggal di Jakarta. Namun, sebagaian personel Jikustik lainnya, seperti Icha, Dadi, Adhit dan Carlo menetap di Yogyakarta.

"Kemudian jadwal, saya tinggal di Jakarta dan mereka Yogya. Lalu, dengan managerial," sambung Pongki.

1 dari 2 halaman

1. Sempat Tak Tertarik

Setelah keluar, Pongki benar-benar tidak berkomunikasi lagi dengan personel Jikustik lainnya. Namun, pada tanggal 5 Februari lalu, Pongki bersama personel lainnya bertemu setelah 10 tahun lamanya.

Pertemuan tersebut dikarenakan konser reuni Jikustik. Pongki mengaku, konser reuni ini awalnya tidak terlalu tertarik. Sebab, konsep yang ditawarkan tidak sesuai dengan keinginannya.

"Penawaran jikustik reuni itu sudah lama. Itu tidak pernah terjadi karena konsepnya setengah-setengah, nggak pernah ketemu ajakan yang enak. Memang saya juga jujur, selama ini nggak mau. Berat banget main sama mereka lagi," sambungnya.
2 dari 2 halaman

2. Alasan Terima Tawaran

Alasan Terima Tawaran Jikustik bakal reuni © KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi
Karena satu alasan dan lainnya, Pongki akhirnya mengiyakan tawaran tersebut. Hal ini juga bakal dijadikannya sebagai momen untuk berdamai, entah itu dengan egonya sendiri, maupun para personel Jikustik lainnya.

"Intinya saya mau ada konser ini karena ketika mas Anas (CEO promotor Rajawali Indonesia) ngomong yang ingin ditunjukan adalah rekonsiliasi dan saya terenyuh. Saya jadi berpikir, apa memang perlu ya, saya melakukan rekonsiliasi. Ini konsep yang menarik karena 2019 ini, rekonsiliasi dengan Jikustik itu masih jadi PR saya. Kami tidak pernah ngobrol sejak saya keluar. Saya dan Dhadi ini saudara tapi kita nggak pernah ngobrol," tutup Pongki.

(kpl/far/gtr)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑