Rilis Buku Ritmekota, 12 Penulis Ini Ceritakan Musik di Kota Malang

Canda Permana | Kamis, 05 September 2019 14:10 WIB
Rilis Buku Ritmekota, 12 Penulis Ini Ceritakan Musik di Kota Malang

Kapanlagi.com - Pada tanggal 4 September 2019 kemarin rupanya para penulis asli Malang dan berdomisili di Malang akhirnya merilis buku yang betajuk Rimekota. Pada buku tersebut menceritakan sebuah perjalanan musik yang ada di Kota Malang.

Tak hanya itu, buku Ritmekota ini berawal dari seorang pengamat musik terkenal di Kota Malang yakni Samack dan juga penerbit Pelangi Sastra Dandy Mizhar yang berkerja sama dengan 12 penulis untuk dirangkum menjadi satu buku.

Isi dalam buku tersebut tak hanya menceritakan satu genre musik saja melainkan ada beberapa genre musik yang diulas secara detail oleh masing-masing penulis, seperti contohnya dengan musik Alternative Rock hingga skena Musik di Kota Malang.

 

1 dari 6 halaman

1. Musik Alternative Rock

Rupanya para penulis mengamati musik di Kota Malang dengan berbagai musik genre sudah ditelusuri mulai tahun 2000an. Seperti dengan Radinang Hilman yang sudah menjelajahi musik genre alternative rock sejak tahun 2000 sampai 2018 hingga mendokumentasikan lewat tulisan karyanya pada buku Ritmekota.
2 dari 6 halaman

2. Skena Malang City Hardcore

Tak lain hanya Hilman, ada juga Prana Okta yang mengamati musik Hardcore dimulai dari tahun 2016 sampai 2018. Uniknya, Prana tak hanya mengamati musik Hardcore melainkan aktifitas scene anak Hardcore dikalangan Kota Malang.
3 dari 6 halaman

3. Tani Maju Adalah Tuhan

Ada pula Rendy Kempel yang mengamati band legend Kota Malang yakni Tani Maju. Ya, Tani Maju dengan lirik lagu yang unik membuat Rendy Kempel tertarik untuk menulisnya. Selain bandnya, Rendy juga mengamati dari segi fans Tani Maju alias Jogeder.

Rendy yang kerap di panggil Kempel ini juga menganggap bahwa band legend Tani Maju ini adalah band yang diagungkan di semesta.

"Tani Maju adalah Tuhan," ucap Rendy Kempel saat konferensi pers di Ngalup.co Kota Malang.

4 dari 6 halaman

4. Pengamat Musik GigSrawung

Selain dari pengamat musik, ada juga Zidni R Chaniago yang merupakan pengamat musik dalam acara GigSrawung yang meurpakan acara sederhana namun luar biasa yang berada di ruangan kecil yang bernama warung Srawung bertempat di Kota Malang.
5 dari 6 halaman

5. Lagu Dengan Tata Bahasa Puisi

Nah, satu lagi penulis bernama Han Farhani yang beda dari lainnya. Han Ini juga mengamati musik dari proses kreatif pembuatan lirik lagu yang melalui dari tata bahasa puisi.
6 dari 6 halaman

6. Pengamat Musik Malang Sub Pop

Yang terakhir ada nih penulis bernama Dewi Ratna juga pengamat musik di Kota Malang, Dewi Ratna yang kerapa dipanggil Nana ini berbeda dari lainnya. Nana menulis bagian dari musik yang ada di Kota Malang. Ya, Nana lebih mengamati musik Sub Pop mulai dari acaranya hingga scene di Kota Malang.

(kpl/CDP)


Reporter:  

Canda Permana

↑