Saat Tanpa Piano, Joey Alexander Sama Seperti Anak Kecil Lainnya

Ahmat Effendi | 16 Februari 2016, 14:20 WIB
Saat Tanpa Piano, Joey Alexander Sama Seperti Anak Kecil Lainnya

Kapanlagi.com - Usianya baru 12 tahun, namun demikian alunan nada-nada magis kerap mengalir dari piano miliknya. Yup, itu lah sosok Joey Alexander, pianis Indonesia yang masuk nominasi Grammy dan jadi nominator paling muda di tahun 2016 ini. 

Joey masuk nominasi dalam kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album. Meski ketika bermain piano ia adalah sosok yang begitu luar biasa, namun berbeda saat Joey sudah melepaskannya. 

"Kontak sama Mamanya saja. Emang dari dulu Joey nggak pegang telepon. Dia tuh emang aslinya anak-anak banget, kalau kita ngobrol dan ketemu sama dia sehari-sehari, ya kayak anak-anak biasanya. Tapi kalau udah duduk di ‎piano, udah kayak orang tua," ucap Dira Sugandi di Halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin malam (15/02).

Selama ini ajang penghargaan paling bergengsi di dunia, Grammy dianggap sebagai suatu yang sangat jauh untuk diraih oleh musisi Indonesia. Namun demikian dengan keberhasilan Joey, hal ini menjadi inspirasi bagi musisi lain.

Joey Alexander ketika tampil di Grammy. ©AFPJoey Alexander ketika tampil di Grammy. ©AFP

"Waktu itu aku sempat WA ibunya Joey bilang kita bangga banget sama Joey. Kita doakan semoga Joey menang pulang bawa Grammy, maju terus. InsyaAllah kalau ada rezeki dan jodoh aku sama suami mau nyusul ke NY juga. Pengen dapat pengalaman juga aku perform-perform di sana," tuturnya.

Keberhasilan Joey ini menjadi sejarah baru, dan bakal menjadi langkah penting bagi para musisi Indonesia dalam berkarya. Ternyata ajang Grammy yang terlihat sangat sulit untuk diraih, masih bisa ditembus dengan karya-karya yang bagus. 

"Sangat menginspirasi. Kan tadinya kita menganggap pintu tertutup ya buat Indonesia ‎(berlaga di Grammy). Maksudnya walau pun Mbak Anggun sudah berhasil, Agnes sedang berusaha, tapi tetap nggak mudah ya. Dengan Joey langsung dinominasikan dan perform, itu kita jadi punya harapan baru. At least dunia sudah mulai terbuka matanya untuk tahu bahwa di Indonesia punya musisi bagus dan diakui standar Internasional," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:   Adi Abbas Nugroho