Tak Biasa! Slank Luncurkan Album di Kampung Padat Penduduk

Girindra Permana Cahya | 30 November 2015, 15:08 WIB
Tak Biasa! Slank Luncurkan Album di Kampung Padat Penduduk

Kapanlagi.com - Akhir tahun tepat digunakan untuk bercermin pada diri kita sendiri, apa hal yang telah kita perbuat, apa kesalahan yang kita lakukan dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan yang kita buat. Jika hal tersebut telah selesai dilaksanakan maka hal selanjutnya patut kita perbuat adalah memulai dari nol lagi.

Senada dengan RESTART HATI, judul album Slank yang terbaru. Bimbim percaya bahwa album ini akan menjadi wadah mengumpulkan segala semangat untuk mimpi-mimpi bandnya tahun depan.

"Akhirnya album ke 21 Slank keluar. Kita memberi judul RESTART HATI, karena kita percaya setiap akhir tahun Slank biasanya mengumpulkan semangat untuk mengumpulkan mimpi-mimpi tahun depan. Dan kita menginspirasinya dengan me-restart hati biasanya akan ada ide baru," terang Bimbim, saat launching album di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (28/11/2015).

Slank saat merilis albumnya di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaSlank saat merilis albumnya di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Lokasi peluncuran album ini juga terbilang unik karena para personel Slank memilih lokasi yang padat penduduk. Yup, mereka merilisnya di tengah kampung. Alasannya berkaitan dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Slank saat ini.

"Di sini ada dua belas lagu dan gue baru tahu ini adalah hari menanam nasional selama ini gue miss ternyata ada hari menanam nasional. Di saat lagi alam kemarin ada kebakaran hutan, masyarakat yang kurang simpati sama alam jadi kasih inspirasi menanam satu pohon," tambah Bimbim.

Slank saat melakukan penanaman pohon di Kampung Pulo © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaSlank saat melakukan penanaman pohon di Kampung Pulo © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Melihat perkampungan yang padat, Bimbim berharap agar pengelola tata kota Jakarta segera memberikan masyarakat sekitar tempat yang lebih layak untuk ditinggali.

"Memang terlalu padat dekat sama sungai. Mudah-mudahan sistem pindahin ke tempat yang layak dan bersih bisa berjalan dengan baik," tutupnya.

(kpl/hen/otx)

Editor:   Girindra Permana Cahya