Torehkan Prestasi, Karya Musik Ghea & Ghia Masuk Tiga Nominasi AMI Awards 2019

Canda Permana | Senin, 14 Oktober 2019 15:25 WIB
Torehkan Prestasi, Karya Musik Ghea & Ghia Masuk Tiga Nominasi AMI Awards 2019

Kapanlagi.com - Sebuah prestasi ditorehkan kakak beradik Ghea & Ghia di industri musik Indonesia. Dalam pengumuman nominasi ajang AMI Awards 2019 lalu, Ghea & Ghia masuk ke dalam nominasi Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik.

"Alhamdulilah bersyukur kepada Allah SWT. Ini bener bener kejutan, dari awal mula bermusik Ghea & Ghia hanya berusaha memberikan yang terbaik, dalam segi musik ataupun pesan dari lirik nya. Terimakasih kepada AMI untuk apresiasi nya sehingga karya karya Ghea & Ghia bisa masuk di nominasi tahun ini," ungkap Mochamad Andhika atau Dika selaku manager Ghea & Ghia.

Tidak hanya di satu nominasi, lagu-lagu ya jg dinyanyikan Ghea & Ghia juga turut masuk dalam dua nominasi lainnya. Pencipta lagu Ada Ayah, Dika Satjadibrata atau Dika Ada Band masuk dalam nominasi Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik dan Pencipta Lagu Terbaik. Menariknya, pencapaian ini diraih Ghea & Ghia ditorehkan dalam kurun waktu setahun mereka benar-benar terjun di industri musik Indonesia.

"Hal ini gak akan terjadi kalau Ghea & Ghia gak dibantu banyak orang hebat di seluruh penggarapan karya. Pencapaian ini didedikasikan untuk semua yang udah bantu Ghea & Ghia. Ada Ayah Pidi Baiq, Ayah Dika Ada Band, terlebih orang tua dan keluarga besar Ghea & Ghia yang selalu memberikan support nya untuk berkarya secara maksimal dan juga semua yang udah support Ghea & Ghia yang namanya gabisa disebutkan satu persatu," tutur Dika.

1 dari 2 halaman

1. Bersaing Beberapa Penyanyi Cilik

Bersaing Beberapa Penyanyi Cilik © KapanLagi.com/Matias Purwanto
Di nominasi Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik, Ghea & Ghia harus bersaing dengan beberapa penyanyi cilik yang sudah lebih dulu terjun di industri musik, semisal Naura. Namun, hal itu bukanlah hal terpenting bagi Ghea & Ghia. Menurut Dika, saat ini yang terpenting adalah bagaiamana Ghea & Ghia bisa ikut berpartisipasi meramaikan musik anak yang belakangan sedang menurun.

"Untuk masuk nominasi aja udah suatu kebanggaan tersendiri apalagi bisa disandingkan dengan Naura atau nama nama hebat lain nya yang ada di nominasi. Gak ada target khusus, yang terpenting karya Ghea & Ghia bisa dinikmati, diresapi dan bisa ikut melestarikan musik anak - anak di Indonesia," terangnya.

Ditambahkan Dika, masuknya Ghea & Ghia ke dalam nominasi AMI Awards 2019 merupakan sebuah momentun untuk keduanya menelurkan karya kembali. Di bulan November nanti, Ghea & Ghia berencana merilis album perdana mereka."Momentum ini juga dirasa bertepatan dengan akan dirilisnya album pertama Ghea & Ghia pada akhir bulan November. Mudah - mudahan karya nya bisa dinikmati oleh semua khusus nya anak anak di Indonesia," tambahnya.

Hadirnya Ghea & Ghia di nominasi AMI Awards 2019 juga menambah deretan musisi di bawah naungan Reach & Rich Management yang menorehkan prestasi. Sejumlah talent lainnya seperti Aska Rocket Rockers, Revenge The Fate, dan Midnight Quickie juga masuk dalam deretan nominasi lainnya.

2 dari 2 halaman

2. Masuk di Dua Nominasi

Masuk di Dua Nominasi © KapanLagi.com/Matias Purwanto
Revenge The Fate masuk di dua nominasi, Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik lewat lagu Continuous, dan Grafis Desain Album Terbaik di album Awakening, di mana M Luthfi sebagai desainer masuk dalam nominasi. Lagu Summer Love yang dibawakan Midnight Quickie bersama Matter Mos masuk di nominasi Karya Produksi Dance/Electric Dance Terbaik. Sedangkan Aska Rocket Rockers yang berkolaborasi dengan Wisnu Surjono masuk dalam nominasi Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik lewat lagu Kangen.

"Suatu pencapaian yang menjadi spesial karena talent yang ada di Reach & Rich tidak dalam suatu naungan major label besar pada saat penggarapan dan distribusi nya. Kami mengerjakannya dengan label indie yang dijalankan oleh talent masing - masing. Kami percaya musik yang berkualitas akan menunjukan "eksistensi" dan diapresiasi dengan baik pada saat yang tepat," tutup Dika.

(kpl/pur/CDP)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑