Waldjinah, Dari Sakit Pencernaan Sampai Pakai Kursi Roda

Dhefa Mauren Roos Mary | 15 Maret 2018, 13:16 WIB
Waldjinah, Dari Sakit Pencernaan Sampai Pakai Kursi Roda

KapanLagi.com - Penyanyi keroncong legendaris Indonesia, Waldjinah dikabarkan sakit pencernaan dan tak kuat berjalan hingga pakai kursi roda. Kabar ini dilontarkan secara langsung oleh sang anak, Ari Waldjinah, ketika ditemui dalam peluncuran keyboard PSR-S975 dan PSR-S775 di gedung Yamaha Musik, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Dalam kesempatan tersebut Ari menyampaikan bahwa sang ibunda sudah sakit sejak tahun 2013. Ari menjelaskan bahwa menurut analisa dokter sakit yang dialami Waljinah ini disebabkan oleh waktu makan Waldjinah yang sering kali terlambat, sehingga gangguan pencernaan pun tak terhindarkan. Waljinah sering menunda waktu makannya jika ia sudah rapi mengenakan kebaya sebelum shownya dimulai. "... apa ya, di ususnya agak saling bergesekan sehingga menimbulkan luka," ujar Ari.

Menyambung statementnya Ari menuturkan, "... pertamanya begitu... justru sakitnya mulai awalnya pas ibu masih di Jakarta. Ibu kalau di belakang sampai berdarah akhirnya dibawa pulang. Saya jemput ke bandara, dibawa ke rumah sakit HBnya tinggal 4, setengah sadar... Setelah itu November ibu nggak mau dahar (makan)." Arie menambahkan, "Hampir 9 bulan ndak turun dari tempat tidur dan kalau dahar (makan) asupannya itu cuma sedikit. Cuma air sama susu".

(credit : kapanlagi.com)(credit : kapanlagi.com)

Sakit yang diderita Waldjinah ini bertambah parah ketika ia tidak bisa berjalan dan menggunakan kursi roda pada tahun 2013, yakni 1 tahun setelah sakit pencernaan yang ia alami. Tak dapat berjalan, Waldjinah hampir 9 bulan tidak turun dari tempat tidurnya. Dimana kursi roda tersebut digunakan kalau Waldjinah ingin berjalan jauh. Arie memperkirakan bahwa terjadi penyempitan pada tempurung lutut Waldjinah yang menyebabkannya tak kuat berjalan. 

Unutk menangani kondisi ibunya ini, Arie membawa Waldjinah untuk terapi. "Ya harusnya di bagian tempurung harusnya dioperasi, tapi ibu takut, jadi cuma disuntik. Menyambung statementnya, ia juga menginfokan bahwa sang ibunda telah berangsur-angsur pulih, "Iya baru satu tahun ini. Setelelah ada seorang terapis yang rela membantu, akhirnya ibu bisa dahar lagi. Dulu kurus banget... Ibu terapinya dipijit selama satu jam, nggak ngerasa sakit saat sudah terapis sudah mau makan. Berat badannya sudah mulai naik. Tinggal kakinya, kalau jalan itu kalau jaraknya panjang atau lama nggak kuat."

Semoga cepat sembuh Ibu Waldjinah! Kami tunggu karya-karya terbarumu!

(kpl/pur/ren)

Reporter:  

Mathias Purwanto.