William Gomez Lebih Fresh Dengan Kemasan Baru

Yunita Rachmawati | 04 Februari 2011, 17:31 WIB
William Gomez Lebih Fresh Dengan Kemasan Baru

Kapanlagi.com - Debut perdana William Gomez bertajuk A DRAMA: IN THE MAKING sudah dirilis tahun 2010 lalu. Sayangnya, album itu tidak begitu didengar, atau bisa jadi penikmat musik hanya sekilas merasakan kemunculan William sebelum mengenalnya lebih jauh. Padahal di album itu sendiri, William mempersembahkan sederet lagu yang bisa dibilang cukup berstandar.

Coba saja dengarkan lagunya, Bidadari yang cukup pumping dan mengayun penuh kemantapan. Di sini William seperti berhasil menuangkan energi positif akan kecintaan terhadap seseorang ke dalam tatanan nada yang agak meletupkan distorsi, sehingga tidak hanya terdengar bersemangat, namun mampu memancarkan kesan tersendiri bagi insan yang mendengarkannya.

Sementara itu di lagu Jubille, penyanyi yang menghabiskan setengah hidupnya luar negeri tersebut, bagaikan 'mengawinkan' dua nafas budaya yakni timur khususnya melayu dan budaya barat. Aransemen musik bergaya American rock dipadu sedikit warna melayu menjadikan lagu ini istimewa.

Untuk itulah, William merasa perlu untuk mempromosikan kembali karya-karyanya. Ia pun muncul dengan kemasan yang lebih segar. "Mungkin saya masih belum diberikan jalan yang lapang dan memang ada masalah di sektor promosi, sehingga albumnya kurang terdengar. Tapi saya optimis dengan semua materinya yang masih kuat dan sejalan dengan selera pasar, maka dengan penuh keyakinan saya rilis kembali, namun dengan cover yang berbeda, label yang baru, serta imej saya yang lebih fresh," katanya.

Kemunculan William dengan kemasan yang lebih segar kini bisa ditilik lewat single mellow terbarunya berjudul Lia. Kisah cinta anak muda yang diceritakannya juga cukup lugas dan musik yang mengiringinya pun sangat bersahabat dengan telinga. Visual yang ditampilkan dalam video klip arahan rumah produksi Sembrani Video tersebut, juga sangat mewakili imej baru dari seorang William Gomez. Sehingga diharapkan penikmat musik bisa menerima keberadaan dan karya-karya terbaiknya.

"Sekali lagi saya ingin menawarkan cerita tentang pengalaman hidup, baik suka maupun duka. Saya berharap supaya album ini menjadi berkat bagi para pendengar. Kendati banyak mengangkat tema kesedihan, namun saya percaya selalu ada sisi baiknya dan selalu ada harapan. I want to make a better world," tutupnya. (kpl/prl/boo)

Editor:   Yunita Rachmawati