Yura Yunita Bagi Kisah Menyentuh di Balik Lagu 'Buka Hati' dan 'Merakit'

Tyssa Madelina | Minggu, 22 September 2019 15:10 WIB
Yura Yunita Bagi Kisah Menyentuh di Balik Lagu 'Buka Hati' dan 'Merakit'

Kapanlagi.com - Yura Yunita menjadi salah satu artis yang tampil di acara Jazz Gunung Ijen 2019 pada Sabtu (21/9/2019). Penampilan dara cantik asal Kota Kembang ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari para penonton.

Membuka penampilan dengan penuh semangat, Yura justru tampil emosional saat bawakan dua lagu miliknya yang berjudul Buka Hati dan Merakit. Ia juga membagikan cerita di balik kedua lagu tersebut.

 

1 dari 3 halaman

1. Doa Sepertiga Malam dan Buka Hati

Lagu berjudul Buka Hati menjadi salah satu lagu yang memiliki makna mendalam bagi Yura. Penyanyi cantik ini menuturkan bahwa lirik dalam lagu tersebut disusun dari doa-doa yang ia panjatkan setiap malamnya.

"Lagu ini berisi doa-doa yang saya panjatkan setiap malam, di sepertiga malam," ujar Yura sebelum menampilkan lagu tersebut.

2 dari 3 halaman

2. Tentang Lagu dan Album Merakit

Satu lagi lagu yang memiliki arti mendalam bagi Yura, yaitu Merakit. Dara cantik ini mengungkapkan bahwa lagu dan album Merakit ini ia susun di masa terendahnya sebagai seorang musisi. Ia bahkan menuturkan di saat itu ia hampir menyerah dengan karirnya sebagai penyanyi.

Di masa-masa krisis ini, Yura bertemu dengan seorang penggemar yang memiliki kebutuhan khusus. Ia tersentuh dengan tekad sang penggemar yang ingin menjadi seorang penyanyi.

"Impian dia jadi penyanyi sesimple cuma ingin membanggakan kedua orang tuanya," ujar Yura.

3 dari 3 halaman

3. Jadi Motivasi Yura Yunita

Kisah tentang fans penyandang tuna netra tersebut membuat Yura kembali bangkit dan melanjutkan karirnya sebagai musisi. Yang membuat lagu Merakit ini sangat spesial ialah, setiap kali menyanyikan bagian reffrain, Yura akan menyertakan bahasa isyarat sesuai dengan lirik dari bagian tersebut.

Tak hanya dua lagu emosional itu, Yura juga membawakan beberapa lagu andalannya seperti Berawal Dari Tatap, Cinta dan Rahasia, serta Harus Bahagia.

(kpl/TIN/tmd)


Reporter:  

Kistin Septiyani

↑