9 Kekalahan Terbesar Paling Membingungkan Dari 'Grammy Awards'

Rabu, 08 Februari 2017 08:50
9 Kekalahan Terbesar Paling Membingungkan Dari 'Grammy Awards'

Pada tahun 2001 Steely Dan berhasil meraih Album of the Year, mengalahkan sepak terjang Eminem. Meski konten album sang rapper sangat mature, tapi banyak yang terkejut ketika album MARSHALL MATHERS tak berhasil meraih gelar tersebut. Bahkan album KID A dari Radiohead juga seakan tak memiliki 'taring'.

Sejak dimulai dengan format nama awal Gramophone Award, Grammy Awards pun berubah menjadi salah satu acuan atas kapasitas serta kualitas seorang musisi maupun penyanyi. Hanya saja, ajang penganugerahan bagi insan musik internasional itu pun mulai diragukan. Pasalnya, banyak pihak serta penikmat musik yang menilai kalau Grammy Awards kerap melakukan keputusan yang salah mengenai para pemenang di hampir setiap kategori nominasinya. Seperti dilansir dari Pop Sugar, berikut ini adalah 9 kekalahan terbesar paling membingungkan sepanjang gelaran Grammy Awards.  

Pada tahun 2001 Steely Dan berhasil meraih Album of the Year, mengalahkan sepak terjang Eminem. Meski konten album sang rapper sangat mature, tapi banyak yang terkejut ketika album MARSHALL MATHERS tak berhasil meraih gelar tersebut. Bahkan album KID A dari Radiohead juga seakan tak memiliki 'taring'.
Hal yang sama juga dialami oleh Green Day saat gelaran Grammy Awards 2005. Cukup membingungkan karena saat itu album AMERICAN IDIOT benar-benar meledak di pasaran. Bahkan, Ray Charles yang meraih Album of the Year juga berhasil melampaui album THE DIARY OF ALICIA KEYS milik Alicia Keys, CONFESSIONS dari USHER, serta THE COLLEGE DROPOUT Kanye West.
Sedangkan di tahun 2008, Kanye West yang sukses melesat bersama album GRADUATION harus merelakan gelar Album of the Year pada Herbie Hancock. Padahal, Kanye West sangat mendominasi chart radio dan jadi favorit utama untuk pemenang Grammy Awards saat itu.
Single Halo milik Beyonce Knowles memang difavoritkan sebagai juara Record of the Year selain I Gotta Feeling Black Eyed Peas, Poker Face Lady Gaga, hingga You Belong With Me dari Taylor Swift. Lalu, siapa pemenangnya? Yap, dia adalah Kings of Leon dengan track Use Somebody. Tentu saja mengejutkan mengingat popularitas dan sepak terjang Beyonce serta Lady Gaga pada masa itu begitu massive.
Sedangkan di tahun 2011 para penonton dan Katy Cats terkejut saat Katy Perry gagal meraih gelar Album of the Year. Yap, gelar tersebut justru jatuh pada Arcade Fire yang lebih banyak mendominasi di ranah skena independen. Semakin membingungkan karena Arcade Fire juga berhasil melampaui Eminem dan Lady Gaga. Malah, sederet komentar muncul dan mempertanyakan, 'siapa Arcade Fire?'
Tidak ada yang meragukan kualitas serta popularitas Justin Bieber sebagai pendatang baru di tahun 2011. Tapi lagi-lagi keanehan terjadi. Yap, pasalnya nama Esperanza Spalding benar-benar berada di luar ekspektasi untuk meraih gelar Best New Artist di Grammy Awards 2011.
Pada tahun 2012 sejumlah nama baru seperti Nicki Minaj, The Band Perry, J Cole, hingga Skrillex memang mendominasi. Hanya saja semua nama besar itu gagal meraih Best New Artist yang jatuh ke tangan Bon Iver. Tentu saja cukup membingungkan karena nama Bon Iver sangat tidak familiar di ranah musik arus utama.
Sedangkan di tahun 2014, Macklemore dan Ryan Lewis justru heran kenapa mereka bisa meraih Best New Artist yang seharusnya jatuh ke pelukan Kendrick Lamar. Karena keduanya terlalu bingung, Macklemore pun mengirim pesan teks dan mengatakan kalau ia merasa seperti telah mencuri kemenangan yang seharusnya memang menjadi milik sang rapper.
Yang terakhir, Beck langsung menjadi sorotan banyak pihak setelah ia memenangkan Album of the Year di Grammy Awards 2015. Bahkan, saat itu Kanye West segera berlari ke atas panggung dan mengatakan kalau kemenangan itu seharusnya jatuh ke pelukan Beyonce Knowles dengan album self-titled miliknya.