'THAT'S THE SPIRIT', Pendewasaan BMTH Tak Hanya Sekedar Teriak

Risang Sudrajad | 24 September 2015, 08:22 WIB
'THAT'S THE SPIRIT', Pendewasaan BMTH Tak Hanya Sekedar Teriak
KapanLagi.com - Sudah dua tahun semenjak grup band asal Inggris, Bring Me The Horizon merilis album SEMPITERNAL. Kini, Oliver Sykes cs telah comeback dengan membawa satu karya baru yang bisa disebut sebagai bukti dari sisi pendewasaan diri mereka. Yap, THAT'S THE SPIRIT adalah album studio kelima mereka selama masuk ke industri musik internasional.

Tak ada lagi musik-musik beringas seperti di album mereka terdahulu. Single-single semacam Chelsea Smile, Alligator Blood  hingga Diamonds Aren't Forever bukan menjadi santapan Bring Me The Horizon di album ini. Sebagai gantinya, musik yang lebih ramah di telinga menjadi suguhan utamanya.

Kehadiran Jordan Fish sebagai personel pengganti Jona Weinhofen yang hengkang terasa cukup signifikan di album ini. Warna post hardcore sebenarnya sudah cukup kental sejak album SEMPITERNAL. Namun, THAT'S THE SPIRIT bisa dibilang menjadi versi yang nge-pop dari Bring Me The Horizon.

Sebelas lagu yang menjadi tracklist dari album ini menjadi buktinya. Permainan synth Jordan Fish menghantarkan Bring Me The Horizon menuju imej barunya yang lebih pop. Lebih berani lagi, Oliver Sykes juga tak ragu untuk bernyanyi slow alias tanpa scream di salah satu track album ini.

Pendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © Splashnews.comPendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © Splashnews.comDibuka dengan lagu Doomed, album THAT'S THE SPIRIT diawali dengan sambutan yang luar biasa asyik. Permainan synth Jordan Fish terdengar sangat nyaman di telinga. Masuk ke bagian reff, scream dari Oliver Sykes dipadukan dengan distorsi gitar dari Lee Malia, sang gitaris. Lagu ini mungkin masih terasa seperti ada bumbu-bumbu album SEMPITERNAL. Namun sejauh ini, Doomed yang juga lagu favorit dari sang vokalis ini sudah berhasil membuka sepuluh lagu lainnya dengan mantap.

Beranjak ke track kedua, Happy Song merupakan salah satu lagu yang sudah dirilis sebelum album ini diluncurkan. Seperti judulnya, Bring Me The Horizon mencoba untuk membangkitkan semangat para metalhead lewat permainan distorsi yang jelas. Bila harus menyebut influence-nya, Happy Song mungkin lebih terasa seperti hits-hits milik Royal Blood.

Begitu juga dengan track ketiga, Throne. Sedikit mirip dengan lagu-lagu hip rock milik Linkin Park, Bring Me The Horizon mencoba untuk menggabungkan lirik melankolis dengan warna musik nu-metal. Permainan synth terasa kembali di lagu ini apalagi di bagian reff-nya. Sebagai tambahan, Throne juga sudah dirilis ke dalam versi klipnya yang memakai permainan blend video. Lalu bagaimana dengan single-single lain?

True Friends, sebuah lagu yang penuh makna dari liriknya menjadi suguhan keempat di album ini. 'True friends stab you in the front', itulah tag yang ikonik banget dari track ini. True Friends memang dirasa cukup berat di telinga saat diletakkan di tengah-tengah album. Sebagai peredam, Bring Me The Horizon sudah menyiapkan satu lagu yang sangat ramah dan lighter yaitu Follow You

Pendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © dailydischord.comPendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © dailydischord.com

Follow You bisa dibilang menjadi puncak sisi pop Oliver Sykes di album ini. Tak ada lagi suara scream, semua digantikan dengan nada-nada lembut dan lirik cinta. Dalam sebuah wawancara, Oliver Sykes memang mengaku tak suka lagi hanya sekedar berteriak di karya-karyanya. Vokalis penuh tato ingin lebih bermain dengan hati dan sedikit mengesampingkan amarahnya. Well, apakah lagu ini merupakan salah satu buktinya?

Tempo naik kembali saat masuk ke lagu What You Need yang merupakan tracklist keenam. Satu hal yang membuat track ini sepesial adalah permainan guitar solo dari Lee Malia. Yap, Bring Me The Horizon memang jarang menyuguhkan hal tersebut di karya-karya lamanya.

Permainan gitar yang cukup berbeda juga menjadi warna musik asyik tersendiri di lagu ketujuh, Avalanche. Di lagu ini, musik yang disajikan Bring Me The Horizon lebih terasa seperti hits ala Bullet For My Valentine. Menurut kalian, apakah hal ini menjadi nilai plus ataukah sebuah blunder dari mereka?

Bila ingin menemukan lagu dengan nuansa gelap di album THAT'S THE SPIRIT, lagu Run menjadi jawaban pastinya. Perpaduan drum rhtym yang pelan dan synth syahdu menjadikan track ini bakalan terasa dark jika dibanding lagu-lagu lainnya. Namun jangan harap hal itu bisa ditemukan di track selanjutnya yaitu, Drown

Pendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © Splashnews.comPendewasaan Bring Me The Horizon di album baru © Splashnews.com

Drown merupakan single pertama Bring Me The Horizon yang dirilis untuk memperkenalkan album THAT'S THE SPIRIT. Melalui lagu ini pula, band asal Sheffield ini mencoba memperkenalkan imej baru mereka sebelum karya-karya lain dirilis. Oliver Sykes terlihat ingin mengajak para penggemarnya untuk lebih memahami album mereka yang lebih dewasa dibanding hanya sekedar berteriak.

Dua lagu terakhir yang menutup album ini adalah Blasphemy dan Oh No. Blasphemy yang kental dengan sliding guitars dan moody vokalnya akan terasa berbeda dibanding lagu terakhir, Oh No. The last track ini bakalan ajak kamu bergoyang dengan instrumen musiknya yang asyik melalui permainan hi-hat yang manis dari Matthew Nicholls. Lagi, warna pop akan kental di track Oh No.

Bila musiknya memiliki banyak perubahan, bagaimana dengan sisi visualnya? Visual album dibuat simple dengan judul album yang terpampang jelas di covernya. Beberapa artwork sederhana pun menjadi pelengkap dari lagu-lagu andalan mereka seperti Drown, Happy Song, True Friends dan Throne.

Overall, album THAT'S THE SPIRIT sangat layak diberi bintang 9 dari total nilai sempurna, sepuluh. Satu fail yang mungkin ada di album ini adalah perubahan warna musik yang cukup drastis dari death metal, post-hardcore hingga kini kental dengan warna pop.

So, kalau KLovers sendiri, bagaimana pendapat kamu tentang album terbaru Bring Me The Horizon ini? Langsung aja tulis pendapat kamu yuk. Cheers :)

(kpl/abl)

Editor:  

Risang Sudrajad

BERI KOMENTAR▼
Komentar
Latest
↑