10 Aksi Kucing Lucu Hobi Minta Makan, Stop Sebelum Anabul Jadi Kelebihan Berat Badan

Wuri Anggarini | Rabu, 30 Juni 2021 08:30 WIB
10 Aksi Kucing Lucu Hobi Minta Makan, Stop Sebelum Anabul Jadi Kelebihan Berat Badan

Kapanlagi.com - Siapa sih yang nggak merasa gemas melihat kucing bertubuh tambun, apalagi dilengkapi bulu yang tebal dan halus. Nyaman dipeluk, sayangnya kesehatan anabulmu jadi taruhan karena ancaman berbagai penyakit.

Bisa jadi hal ini berawal dari sikap nggak tega setiap kali hewan peliharaanmu mengeong meminta makanan. Walau lucu, sebaiknya stop kebiasaan ini untuk menjauhkan kucing dari risiko obesitas.

Amati Kebiasaannya

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Sudah diberi makan, tapi masih mengeong dan menggiringmu ke mangkuknya? Bisa jadi kucing hanya ingin mendapatkan perhatian yang didapatkan saat feeding time, seperti diajak ngobrol atau dibelai. Jika anabulmu mulai melakukannya setelah jam makan atau mangkuknya masih terisi, coba angkat dan belai tanpa menambahkan porsi makanannya.

Alihkan dengan Permainan

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Mulai permainan kejar-kejaran dengan kucing atau bujuk untuk bermain di tiangnya. Coba lihat apakah anabulmu hanya mencari perhatian, bukan makanan. Jadikan ini kesempatan untuk menjalin ikatan dengannya.

Sembunyikan Mangkuknya

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Kucingmu bisa mengasosiasikan mangkuk dengan makanan sehingga akan terus berada di dekatnya demi mengharapkan makanan. Coba sembunyikan mangkuknya setelah jam makannya selesai untuk membantu menghentikan kebiasaan buruk.

Gangguan Kesehatan

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Bisa jadi kebiasaan terus meminta makanan disebabkan oleh gangguan kesehatan, salah satunya cacingan. Parasit ini akan mencuri semua nutrisi dari makanan kucing dan membuatnya terus merasa lapar. Pastikan memberikan anabul obat cacing setiap 3 bulan, walau nggak ada gejala cacingan.

Stres

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Kucing yang punya nafsu makan terlalu berlebihan, termasuk mengunyah apa pun yang ada di depannya bisa dikaitkan dengan gejala stres. Kuncinya, cukup bermain dengan memasukkan waktu interaksi 15-20 menit sehari bersama anabul.

Porsi Cat Food Kurang

Berapa banyak porsi makan kucing tergantung pada ras, gaya hidup, kondisi tubuh, dan usianya. Rata-rata, kucing yang aktif membutuhkan sekitar 240 kalori per hari. Jangan sampai kekurangan atau kelebihan, ada baiknya berkonsultasi pada dokter hewan agar bisa memperkirakan porsi makan harian yang tepat untuk kesehatan anabul.

Jaga Kucing Tetap Tenang

ShutterstockShutterstock

Terkadang kucing akan berlari dan mengeong ke dapur setiap mendengar suara kantong makanan dibuka. Jika ini terjadi, bawa anabul ke area rumah lain yang lebih tenang atau alihkan perhatiannya dengan memberinya mainan.

Awali Rutinitas Jam Makan

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Sejak dini, biasakan untuk memanggil Namanya untuk makan dan biarkan kucing sabar menunggu hingga food bowl sudah siap diletakkan di lantai. Jangan lupa berikan pujian saat anabulmu sudah menghabiskan makanannya.

Abaikan Permohonannya

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Sulit untuk menahan diri saat kucingmu sudah mengeong dan melempar pandangan penuh harap. Tapi, cobalah untuk mengabaikan dan tinggalkan anabulmu. setelah meninggalkan mangkuk makan dan menghampirimu, baru berikan perhatian padanya.

Jangan Memberi Makanan Sisa

Tak jarang sesi makanmu akan ditemani oleh kucing yang berharap mendapatkan sisa makananmu. Jangan tergoda, karena hal ini bisa memicu masalah lain. Mulai dari asupan kalori ekstra, memicu kebiasaan mencuri makanan, hingga gangguan kesehatan akibat salah makan.

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Siapa sangka kalau makanan manusia bisa jadi penyebab kucingmu sakit, misalnya yang mengandung bawang, cokelat, hingga olahan susu. Sebaiknya, tetap berikan cat food yang terjaga nutrisinya seperti Muezza. Selain sehat, brand makanan kucing kering ini juga sudah tersertifikasi halal. Dapatkan dry food berkualitas ini secara online di Shopee dan Tokopedia! (eth)

Beli Muezza di Shopee Beli Muezza di Tokopedia

(eth/wri)

Editor :   Wuri Anggarini

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com