4 Hal Ganjil Terjadi di SEA Games 2017, Malaysia Penyelenggara Terburuk?

Agista Rully | Rabu, 23 Agustus 2017 16:18 WIB
4 Hal Ganjil Terjadi di SEA Games 2017, Malaysia Penyelenggara Terburuk?

Kapanlagi.com - Sejak dibuka pada akhir pekan lalu, SEA Games 2017 kerap disoroti karena menimbulkan kontroversi. Berbagai kejanggalan pun terjadi selama event olahraga akbar se-Asia Tenggara ini digelar. Kontroversi pertandingan pun paling banyak dirasakan oleh kontingen Indonesia.

Akibat kurang profesionalnya penyelenggaraan SEA Games 2017 ini, sejumlah netizen bahkan berpendapat bahwa Malaysia merupakan penyelenggara terburuk. Sebagai buktinya, ada empat kejadian yang paling ganjil dan patut dipertanyakan dari kemampuan Malaysia menjadi penyelenggara SEA Games sebagai berikut:

1. Tim Myanmar Dapat Supir Bus Tak Kompeten

Supir Bus tim Myanmar ternyata tidak kompeten karena tidak memiliki lisensi dan mencuri jam tangan atlet © Facebook.com/Troll ASEANSupir Bus tim Myanmar ternyata tidak kompeten karena tidak memiliki lisensi dan mencuri jam tangan atlet © Facebook.com/Troll ASEAN

Dilansir dari New Strait Times, polisi Malaysia mengkonfirmasi bahwa supir bus yang mengangkut kontingen Myanmar bukanlah orang yang berkompeten. Ditambah lagi supir berusia 27 tahun tersebut sempat-sempatnya mencuri jam tangan atlet dan juga diketahui tidak memiliki lisensi mengemudi. Karena human error berupa supir tidak kompeten ini, pemain Myanmar akhirnya terlambat pulang ke hotel untuk beristirahat memulihkan energi. Sementara itu komite olahraga Malaysia baru mengambil tindakan ketat usai timbul kejadian tak mengenakkan bagi tamu mereka.

2. Bus Yang Mengangkut Tim Thailand, Filipina, dan Myanmar Kecelakaan

Bus SEA Games mengalami kecelakaan setelah menjemput atlet dari Hotel Putrajaya © World of BuzzBus SEA Games mengalami kecelakaan setelah menjemput atlet dari Hotel Putrajaya © World of Buzz

Selain kebobolan menyewa supir yang tidak berkompeten, lagi-lagi masalah transportasi jadi PR komite penyelenggara SEA Games Malaysia. Belum lama ini, bus yang mengangkut atlet Thailand, Filipina, dan Myanmar mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan 28 orang atlet terluka. Kecelakaan ini terjadi karena bus mengerem dadakan usai seorang pengemudi sepeda motor tiba-tiba lewat di depan mereka. Hal ini menyebabkan bus kedua yang berada di belakang menabrak bus pertama.

3. Insiden Bendera Terbalik

Bendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games 2017 © twitter.com/Imam_NahrawiBendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games 2017 © twitter.com/Imam_Nahrawi

Insiden yang ketiga ini begitu membekas di hati masyarakat Indonesia. Pasalnya pada buku yang diperuntukkan bagi staff SEA Games, desain bendera Indonesia terbalik. Seperti yang diketahui, bendera putih merah merupakan bendera Polandia bukan Indonesia. Tentu saja hal ini membuat warganet menyerang Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia habis-habisan.

4. Kontroversi Sepak Takraw

Tim Sepak Takraw putri Indonesia harus walk out (keluar) lapangan karena merasa dicurangi oleh wasit Singapura, Mohd Radzi. Pada pertandingan tersebut, servis tim putri Indonesia dianggap fault dan tidak dihitung mencetak skor karena tumit pemain terangkat meski berada di dalam lingkaran. Sementara kaki pemain Malaysia berada di luar garis sedikit saat melakukan servis tapi tidak dianggap fault.

Sepak Takraw Indonesia © instagram.com/badmintalk_comSepak Takraw Indonesia © instagram.com/badmintalk_com

Menurut peraturan sepak takraw Amerika Serikat, kaki yang terangkat dihitung fault. Sementara peraturan sepak takraw internasional, kaki pemain harus berada di dalam lingkaran dan tidak boleh keluar garis. Atas perlakuan tidak adil ini, tim Indonesia memilih walk out dan kalah dari tim Malaysia 2-0.

(kpl/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com