5 Fakta Menarik Ajang Balap Sepeda Dunia, Tour De France

Editor Kapanlagi.com | Jum'at, 13 November 2020 14:56 WIB
5 Fakta Menarik Ajang Balap Sepeda Dunia, Tour De France

Kapanlagi.com - Kegiatan bersepeda semakin banyak diminati masyarakat Indonesia di era new normal pandemi Covid-19. Mulai dari artis seperti Gisella Anastasia, Nirina Zubir, Ernest Cokelat, hingga masyarakat umum menjadikan bersepeda sebagai kegiatan mengisi waktu di era pandemi. Bersepeda dinilai sebagai olahraga yang paling aman di saat pandemi seperti ini.

Gisella Anastasia (kredit Akaravisual via Instagram/@gisel_la) dan Nirina Zubir (via Instagram/@nirinazubir_) gemar bersepeda.Gisella Anastasia (kredit Akaravisual via Instagram/@gisel_la) dan Nirina Zubir (via Instagram/@nirinazubir_) gemar bersepeda.

Namun tahukah kamu jika ada ajang balap sepeda yang sangat dinanti-nanti setiap tahunnya? Ajang balap tersebut bernama Tour De France. Ajang balap sepeda bergengsi sedunia ini berlangsung selama 21 hari atau 3 minggu dan mempunyai jarak tempuh ribuan kilometer loh! Buat kamu yang ingin tahu lebih tentang Tour De France, berikut ini fakta-fakta menarik mengenai ajang bergengsi tersebut.

1. Tidak Sengaja Menjadi Ajang Balap Terbesar Dunia

Ajang balap sepeda terbesar dan bergengsi di dunia ini dulunya diciptakan bukan untuk benar-benar menjadi sebuah perlombaan. Pada tahun 1902, koran L Auto di Perancis sedang memikirkan cara untuk meningkatkan penjualan koran mereka. Salah satu karyawan L Auto memiliki sebuah ide. Idenya adalah mengadakan balap sepeda di Perancis sehingga nantinya dapat diberitakan di koran mereka.

Ide tersebut akhirnya dieksekusi pada tahun 1903 dengan 39 peserta saja. Benar saja, penjualan koran mereka meningkat setelah mengadakan Tour De France. Kini ide tersebut telah menjadi salah satu ajang olahraga yang paling dinanti di dunia.

2. Ribuan Kilometer, Berbagai Tahap

Tour De France selalu memiliki rute yang berbeda setiap tahunnya. Pada awal pengadaan Tour De France, para pembalap diharuskan menempuh 2.400 kilometer untuk memenangkan ajang tersebut. Baru-baru ini pada Agustus 2020, Tour De France diselenggarakan dengan jarak tempuh 3.470 kilometer.

Rute Tour De France 2020Rute Tour De France 2020

Mengikuti Tour De France selama 21 hari bukan berarti harus mengayuh sepeda selama 21 hari non-stop loh. Pembalap akan diberikan 21 tahap atau etape yang harus diselesaikan setiap harinya. Setiap tahap mempunyai medan yang berbeda, mulai dari jalanan datar, perbukitan, pegunungan, hingga time-trial. Tidak hanya itu, pembalap juga diberikan 2 hari istirahat yaitu setelah Hari tahap 9 dan tahap 15.

3. Beda Warna Beda Arti

Warna baju yang dikenakan setiap pembalap ternyata memiliki arti tersendiri. Baju berwarna kuning yang biasa disebut maillot jaune digunakan oleh pemimpin perlombaan. Baju berwarna putih dengan titik merah atau polkadot biasa disebut maillot a pois rouges digunakan oleh pembalap yang mempunyai rekor waktu terbaik di tahap pegunungan. Baju berwarna hijau biasa disebut maillot vert digunakan oleh pembalap yang mempunyai poin tertinggi di bidang sprint. Terakhir, baju berwarna putih yang biasa disebut maillot blanc digunakan pembalap yang berusia 25 tahun ke bawah.

Baju yang dikenakan para pembalap mempunyai arti tersendiri (Kredit: Pauline Ballet via Instagram)Baju yang dikenakan para pembalap mempunyai arti tersendiri (Kredit: Pauline Ballet via Instagram)

4. Berhadiah Besar

Perjuangan yang besar pasti terbayarkan dengan hadiah yang besar pula. Para pemenang Tour De France akan dihadiahi Rp 9 miliar untuk juara pertama, Rp 3 miliar untuk juara kedua, dan Rp 1.5 miliar untuk juara ketiga.

Tidak hanya itu, pemenang pada setiap tahap juga diberi hadiah. Setiap tahapnya bernilai Rp 180 juta. Untuk pemenang tahap medan pegunungan mendapat hadiah yang lebih besar yaitu sekitar Rp 450 juta karena medan ini sangat susah.

5. Menginspirasi Banyak Negara

Tour De France yang begitu fenomenal tentunya menginspirasi negara lain untuk menciptakan ajang balap sepedanya sendiri. Di Indonesia sudah ada beberapa kali ajang balap sepeda seperti Tour De France. Salah satunya Tour d Indonesia yang diselenggarakan 2019 lalu. DImulai di Candi Brobudur dan berakhir di Batur, Bali, Tour d Indonesia memiliki jarak 571 kilometer yang terbagi menjadi 5 tahap.

Tour d'Indonesia 2019 via tourdindonesia.comTour d'Indonesia 2019 via tourdindonesia.com

Perwakilan Komisioner Persatuan Balap Sepeda Internasional Jacky Vardenet mengatakan Tour d Indonesia sudah bisa dianggap setara dengan ajang balap di Eropa. Rencananya tahun 2021 Indonesia akan menggelar 5 ajang balap bergengsi lainnya.

Penulis: Iqbal Laduni

(kpl/mag)

Editor :   Editor Kapanlagi.com

Join Kapanlagi.com